Cegukan ketika berpuasa

Bulan ramadhan telah tiba, baru saja permulaan bulan ramadhan saya sudah mendapat masalah pertumbuhan. Yap! Ada mitos yang mengatakan (saya ga tau secara medis) kalau kita cegukan itu tandanya kita mau besar/ tumbuh/ berkembang. Sehabis makan sahur, jantung saya berdetak dengan kuat nan pelan, beberapa detik hal itu terjadi pada saya sambil bersuara “hekks” atau “hiksss” //itu nangis atau apa.

Ternyata saya mengalami cegukan, saya tidak ingat kapan terakhir kali saya mengalaminya. Melihat fisik saya yang sepertinya masih butuh pertumbuhan, saya berpikir “ternyata saya masih bisa lebih besar dan tinggi lagi”.

Cara yang diajarkan oleh orang-orang dirumah, kalau cegukan minum air. Lahh ini bagaimana carannya minum air kalau sedang berpuasa, saya membiarkan diri untuk tetap cegukan berharap saya bisa menjadi besar dan tinggi dalam sekejap hahaha.

Lama cegukan, ternyata rasanya cukup mengganggu.

“hikss……….hiksss” seperti orang nangis, sambil memainkan handphone yang berada dalam genggaman saya.

“mungkin sebentar lagi cegukannya berhenti” pikirku. Tapi serasa lama dan menyiksa karena semua anggota tubuh ikut berdetak

Saya lupa ternyata dunia informasi sudah berkembang, saya mencari di google “mengatasi cegukan tanpa minum air”. Ternyata, ada orang yang mengalami hal sama. Bedanya, dia sedang berada dalam kereta, penjual air tidak ada. Lain masalah, karena saya di rumah jadi air ada dimana-mana tapi saya sedang berpuasa.

Setelah membaca cara yang dia paparkan, saya kurang yakin apakah bisa beneran ? di bawah ini adalah cara mengatasi cegukan ketika berpuasa versi hasbullahmarwan :

  1. Isap jempol, terserah mau pakai jari apa, biar lebih imut pakai jempol haha. Jangan pakai jari tengah.
  2. Kembungkan/ tembemkan kedua pipi. Sehingga terdapat udara di dalam mulut. Semakin besar, semakin bagus dan semakin imut
  3. Telan udaranya. Lain kasus kalau telan udaranya pakai air
  4. Lakukan berkali-kali, Insya Allah cegukannya berhenti
Jempol kalian dapat digantikan dengan pocky, tanpa menghilangkan keimutan

Jempol kalian dapat digantikan dengan pocky, tanpa menghilangkan keimutan. Foto diatas, pipinya kurang tembem

Serius, ternyata cegukannya berhenti. Saya bukan pakar medis jadi tidak tahu mengapa bisa berhasil, tapi saya yakin ketika itu berhasil

Tetap semangat berpuasa guys dan jangan lupa bahagia!

Jangan lupa bahagia

Balik lagi saya di blog ini yang penuh dengan debu dan tulisan-tulisan lama. Saya sibuk entah sibuk karena apa, hidup saya mulai diisi dengan sesuatu yang lebih “menghabiskan waktu” tanpa menghasilkan apa-apa yang lebih bermanfaat, hanya sekadar bersenang-senang. Saya pernah makan di tempat yang namanya Hanggar Eating Point, makanannya enak yaitu roti luar biasa karena dibalut dengan bubuk coklat dan dilumuri dengan susu kental.

Nulis tentang makanan pas sedang puasa, enak!!  Oh iya saya juga punya kisah makan di restoran yang baru di buka, kalau saya ingat malah bawaannya senyum-senyum sendiri betapa idiot nya dulu. Baca seberapa idiotnya saya : Makan di restoran yang grand launching

Masih di Hangar Eating Point, di tempat itu juga kalian bisa bermain UNO stack (begini ya penulisannya?) lumayan seru dan mendebarkan. Sebelum pulang saya sempat berfoto dengan temboknya

jangan lupa bahagia

Jangan lupa bahagia kata si tembok, karena itu hidup saya menjadi lebih bahagia, ketika mengerjakan tugas saya bahagia, ketika tidur saya tidak lupa untuk berbahagia, bahagialah hidup saya haha🙂

Sekarang saya sudah menjalani kehidupan kuliah yang saya pikir lifestyle-nya lebih santai, ternyata tidak! Kalau ada yang bilang santai kuliah (apalagi di PNUP) itu adalah mitos. Sekali lagi saya mengingat kata si tembok “jangan lupa bahagia” sehingga apapun tugasnya, sesulit apapun saya tetap bahagia menghadapinya. Sehabis jam kuliah, saya bermain LOL bersama teman, sangat seru sampai membuat saya lupa waktu, lupa dunia yang sebenarnya.

Seiring berjalannya waktu, saya mengenal seseorang yang menurut saya, dia jago nulis dan mempunyai tekad yang kuat untuk sesuatu yang menjadi tujuannya, namun sedikit saya memperhatikan saat ini dia kurang bahagia, mungkin saya perlu mengajak dia makan di Hanggar Eating Point😀

Ups…Ini bukan promosi ya. Entah apa yang telah merasuki diri ini sampai datang mood menulis hal-hal gaje (ga jelas) seperti ini. Apakah hasbullah sang penulis akan kembali ? LOL

Jangan salah mengartikan kata si tembok “jangan lupa bahagia”. Bahagia itu tidak sendiri, bahagia adalah ketika kita dapat melihat dan ikut berbahagia bersama orang-orang yang dicintai. Bahagia di dunia itu perlu, tapi bahagia yang sebenarnya adalah bahagia dunia dan akhirat, coz I’m moslem, I have to be happy in 2 world.

Okay, saya mau membuat sebuah pengakuan yang tidak penting, sebenarnya saya mau menceritakan momen ketika saya cegukan di bulan puasa. Tapi karena intronya kepanjangan jadi saya post di judul yang lain Cegukan ketika berpuasa

Bayangan

Bayangan

dalam karya Hasbullah Marwan

Bayangan

shadow of me

Wahai kalian

Bayang-bayang yang menghantui

Dibalik tubuh ini kau bersembunyi

Yang merekat di nurani ini

Pergilah

Wahai kalian

Menghapusmu dengan mudah

Ternyata sangat sulit

Wahai kalian

Tampakkanlah sosokmu

Walau itu menakutkan

Terimalah

 

Ini puisi yang saya buat ketika masih menduduki bangku SMK sebagai salah satu tugas mapel Bahasa Indonesia. Saya bukan pembuat puisi so you must be understand

Renungan malam, selamat malam!

Pengenalan kehidupan kampus dan Diksarlin PNUP

Inilah kisahku di awal ketika mendapat sebutan maba yaitu mahasiswa baru. Setelah perjuanganku menunggu banyak pengumuman (Baca : Menjadi maba di PNUP) baik snmptn, sbmptn, jalur mandiri, pmdk maupun umpn. Di antara banyak jalur aku lulus di jalur umpn itupun aku lulus cadangan :’)

Aku mulai pra ospek pada tanggal 20 saat itu banyak hal yang disampaikan mengenai persiapan ospek esok hari hingga selesai. Eh kalau di politeknik negeri ujung pandang istilahnya bukan ospek, tapi pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (pkkmb). Haha tapi bagiku sama saja cuma namanya saja yang berubah.

Aku mulai pkkmb pada tanggal 22 s/d 24 Agustus 2015. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, anggota-anggotanya berasal dari jurusan yang berbeda-beda seperti teknik elektro, mesin, akuntansi dan lain sebagainya. Juga, yang menjadi mahasiswa baru berasal dari luar Makassar. Banyak logat yang beraneka-ragam masuk ke telinga ku, ada yang asing maupun tak asing kudengar tapi itu tidak menjadi masalah bagiku karena yang penting kami bisa saling berkomunikasi dengan baik.

Hari pertama (tanggal 22) kami dikumpulkan di lapangan merdeka pertanda dibukanya acara setelah itu kami diarahkan ke ruangan bersama kelompok yang sudah ditetapkan sebelumnya, topik yang mengisi hari kami adalah peraturan dan tata tertib kampus, ekstrakurikuler, kemahasiswaan, perpustakaan mulai pagi hingga sore. Aku merasa ngantuk sekali untungnya kami dibagikan makanan 3x dalam sehari (2x snack dan 1x makan siang)

SMK Telkom in PNUP

SMK Telkom in PNUP

Hari kedua (tanggal 23) kami dikumpulkan di aula. Mau tahu materinya membahas mengenai apa? Yap! Menurutku ini topik yang menarik dan paling aku tunggu-tunggu yaitu pengenalan Organisasi dan UKM. Contohnya seperti DEMA, BEM, UKM bahasa, seni, olahraga, pencinta alam, tae kwondo dan masih banyak lagi yang membuatku bingung mau ikut UKM apa nanti. Nanti? Ya! Kami mahasiswa baru boleh ikut UKM ketika semester 2. Jadi, aku harus sabar

Hari ketiga (tanggal 24) kami dikumpulkan di aula sebagai lanjutan pengenalan UKM yang belum sempat diperkenalkan di hari sebelumnya kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jurusan. Kami semua diarahkan ke masing-masing jurusan. Aku berada di jurusan elektro. Dari gosip yang sering beredar kalau tiap penerimaan mahasiswa baru, ospeknya jurusan elektro yang paling keras. Mungkin gosip yang beredar menggunakan majas hiperbola, tapi kenyataannya kami diarahkan ke lapangan dekat jurusan elektro, disitu kami diberikan pengarahan, disuruh baris membentuk huruf HME yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Elektro, kami diperlakukan dengan tegas, disuruh push up dan disuruh tunduk merupakan perlakuan senior agar junior tidak melawan kepada senior, menurutku cara itu kurang tepat karena berbicara tentang kedisiplinan tiap individu, tidak bisa dilakukan dalam waktu 1 atau 2 hari saja dan tentunya kemauan untuk berdisiplin berasal dari kesadaran masing-masing individu. Tapi menurutku itu yang senior lakukan ketika sudah menjadi senior, sama juga ketika aku menjadi senior tentunya ingin dihargai. Junior menghargai senior dan senior menyayangi junior.

Hari keempat (tanggal 25) kegiatan selanjutnya adalah pesantren kilat. Suasana terasa berbeda karena kegiatan dilakukan di masjid yang berada di PNUP. Adapun materi yang aku dengarkan adalah menuntut ilmu, ajaran sesat, problematika remaja. Kegiatan berlangsung sampai sore (setelah sholat ashar) setelah itu, kami dikumpulkan di halaman parkir untuk menunggu mobil jemputan dari Yonif 700/ Raider. Disanalah aku dan teman seangkatan akan didiksarlin (Pendidikan dasar dan kedisiplinan).  Sambil menunggu mobil, tentara yang sekaligus akan menjadi pelatih kami telah mengambil alih suasana yang sebelumnya tidak terlalu tegang berubah 180 derajat. Semua maba berubah menjadi tentara.

“Siap jelas!”

“Siap hadir!” dengan nada suara yang tak disimpan simpan lagi.

Mulai tanggal 25 tepatnya hari selasa sore kami telah diambil alih untuk dididik oleh tentara dari Yonif 700.Sesampai di markas Yonif 700/ Raider, kami diarahkan menuju ke tenda masing-masing dengan berjalan cepat, kadang juga berjalan jongkok dan lari. Perkenalkan aku dan teman-teman dari Peleton 1 Kompi A Batalyon 2 dan nama pelatih kami adalah Sumarlin

Kami sudah berada di dalam markas, aktivitas pertama kami disuruh berbaris yang rapi dan memilih kepala suku, aku hanya sebagai anggota biasa, setelah baris yang rapi kami diarahkan menuju ke rukan (rumah makan). Suasana makan malam kali ini terasa berbeda dari hari sebelumnya karena kami disuruh baris, kemudian duduk yang super rapi, tidak ada suara bahkan tidak boleh ada yang lebih dulu makan. Inilah adab makan ala Yonif 700 yaitu cepat senyap tepat yang harus kami biasakan ketika makan di dalam markas Yonif 700.

Makan di rukan Yonif 700/Raider

Makan di rukan Yonif 700/Raider

Setelah makan kami baris lalu menuju ke depan tenda masing masing kami diberi arahan oleh pelatih kami sampai jam 10 malam. Aku sudah lelah karena dari pagi tubuh ini aktif terus. Sebelum tidur, kami membuat sistem susun jaga dimana kami bergantian nge ronda tiap 30 menit hingga jam 5 subuh.

Kami pergi sholat subuh secara berkelompok tentunya dalam bentuk barisan dan dilengkapi dengan yel yel, bukan cuma sholat subuh tapi keempat waktu sholat lainnya, ketika makan, sebelum tidur dan bangun tidur pun kami harus dalam bentuk barisan.

Kami melakukan apel pagi

Kami melakukan apel pagi

Jika ada yang ingin izin untuk ke kamar mandi, kami harus meminta izin pelatih dan minimal ditemani oleh satu orang teman. Aku pribadi, dalam 4 hari 4 malam hanya 3x buang air besar, sedangkan buang air kecil tak mencapai 5x padahal aku banyak makan dan minum. Kemungkinan semua airnya keluar melalui keringat. Oh iya, disini yang namanya air minum sangat kurang. Bayangkan ada 1000 orang sedangkan stok air minum yang disediakan cuma 3 ember besar. Itupun kala isinya 2x sehari semalam walaupun di kantin disediakan air minum tapi dikenakan tarif Rp5000 sedangkan harga pasaran cuma Rp3000. Kadang aku beli air di kantin kadang kalau aku sudah merasa sangat haus ketika wudhu sekalian juga kuminum air yang keluar dari kran air. Bukan cuma aku, tapi beberapa teman yang aku tanya pernah melakukan hal yang sama. Itu karena rasa haus yang tak terbendung.

Beberapa momen yang tak bisa kulupakan yaitu ketika jurit malam, ketika renungan dan ketika makan di rukan.

Batalyon 2 mendapat giliran pertama untuk melakukan kegiatan jurit malam pada pukul 10 malam sedangkan Batalyon 1 diserahkan ke pelatih masing-masing entah itu mempermantap yel-yel mereka ataupun hal lainnya.

Batalyon 2 terdiri dari beberapa kelompok dan tiap kelompoknya dibagi lagi menjadi 3 kelompok kecil, kami diberikan sebuah kode yaitu berupa kalimat. Intruksinya adalah jangan sampai kode tersebut bocor kecuali di pos terakhir, yaitu pos ke 5 yang bertempat di lapangan. Aku dan 8 orang lainnya mulai berjalan mengikuti tali sebagai petunjuk yang dibuat oleh pelatih, kami saling berpegangan tangan agar kami tidak terpisah karena malam begitu gelap. Kami melewati hutan, rumah kosong, pohon-pohon lebat ditambah suhu malam yang terasa dingin dan mencekam. Di pos pertama kami dipaksa membocorkan kode tersebut oleh para penjaga pos, kami dibujuk namun kami ngotot untuk tidak memberitahukannya, setelah itu kami dibiarkan lewat dan menuju ke pos 2. Kami juga dipaksa untuk membocorkan kode tersebut namun pada akhirnya kami memberikan mereka kode palsu. Tetap saja kami disuruh turun ke kolam untuk membasahi pantat masing-masing dan kami disuruh membuka baju kemudian baru bisa menuju ke pos 3. Di pos 3 kami dipaksa membocorkan kode tersebut sama seperti pos sebelumnya, kami disuruh guling-guling di tanah baru bisa menuju ke pos 4. Di perjalanan menuju pos ke 4, tali yang kami ikuti tiba-tiba terhenti alias terputus di tengah jalan.

BAAANGG!!

Aku kaget dan berteriak “Aaaaaaa” karena tiba-tiba ada orang yang muncul dari rumah kosong dimana kami terhenti. Setelah dikagetkan, kami diberikan petunjuk menuju pos selanjutnya, yang bernama pos penciuman. Di tengah gelap malam, kami dipaksa untuk membocorkan kode tersebut namun karena kami tetap bersikeras untuk tidak melakukannya, kami disuruh mencium bau benda. Ada 1 benda yang menjadi misteri diantara kami, aku mengatakan bau itu adalah bau gula merah, ada juga yang mengatakan bau terasi dan terakhir ada yang mengatakan bau itu adalah bau tai sapi.

Dalam hati aku berkata “Haaaa?? Masa iya sih itu tai sapi, tapi mirip bau gula merah? Sialaann kami dikerjain!” Nasi sudah menjadi bubur aku tak acuh mau itu gula merah, terasi ataupun tai sapi udah terlanjur aku cium baunya. Setelah melewati pos penciuman tibalah kami di pos ke  5 yang merupakan pos terakhir, disana kami mendapati pelatih kami yang menyuruh kami membocorkan kode tersebut, tapi entah kenapa diantara 9 orang cuma 1 yang tidak kompak yang membocorkan kode tersebut. Padahal semestinya di pos ke 5 kode tersebut harus dibocorkan, alhasil 1 orang yang membocorkan kode tersebut dibiarkan istirahat dan 8 orang termasuk aku dihukum di tengah lapangan, tanpa memakai baju. Bukan cuma kami tapi dari kelompok lain cukup banyak yang tetap tidak membocorkan kode tersebut. Kata pelatih kami “Kalian bodoh, bahkan pada sekutu kalian tidak memberikan kode tersebut, kalian pengkhianat!”. Mungkin kami trauma di keempat pos kami bersikeras bahkan di pos kelima juga kami tetap bersikeras untuk tidak membocorkan kodenya. Akhirnya jurit malam telah selesai, kami kembali ke tenda pukul 2 dini hari.

Lain cerita pada malam renungan, malam itu merupakan malam terakhir kami di markas seusai semua kegiatan baik itu baris berbaris, tali temali yang penerapannya seperti menyebrangi sungai dengan menggunakan tali, penyampaian materi mengenai rela berkorban, pengenalan senjata dan lain sebagainya. Jadi, kami sekelompok kompak untuk mandi bersama yang lokasinya tidak jauh dari tenda. Aku pikir malam ini akan menjadi malam tidurku yang nyenyak karena jam 10 sudah diperintahkan untuk tidur dan tidak diberlakukannya sistem susun jaga, karena para pelatih kami yang menggantikan kami untuk menjaga tenda kami.

Aku sudah memasuki alam bawah sadarku, aku sudah bermimpi. Tiba-tiba aku terbangun, lampu tenda mati, suara tembakan yang berasal dari luar tenda dan sirine yang berbunyi keras “Ada apa ini? Diluar terjadi perang, wah aku lagi dimana? ini nyata atau cuma mimpi?”

Terdengar dari luar tenda “bangun!!!” aku bergegas memakai sepatu dan keluar tenda mungkin kami semua akan diikutsertakan dalam perang. Ketika di luar tenda, kami saling bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Aku pikir memang kami dibangunkan untuk perang, ternyata tidak. Kemudian aku pikir karena hari terakhir jadi kami dibangunkan untuk sholat subuh dengan cara seperti ini, tapi waktu masih menunjukkan pukul 11 malam. Sebenarnya tujuannya adalah untuk perenungan, kami berbaris lalu menuju ke lapangan untuk melakukan perenungan baik itu kepada orang tua maupun bangsa dan negara. Aku tidak bisa merenung karena sangat ngantuk bahkan aku sempat ketiduran. Terakhir kami disuruh berbaris untuk mencium sang merah putih dan kembali ke tenda.

Renungan malam, selamat malam!

Renungan malam, selamat malam!

Tepat pada hari sabtu tanggal 29 Agustus yang merupakan hari terakhir, kami melakukan aktivitas seperti biasa sholat subuh, makan pagi kemudian melakukan persiapan untuk penutupan. Setelah penutupan kami sekelompok berfoto bersama dengan pelatih kami, setelah itu kami makan siang, kali ini makan siang terasa sangat nikmat karena tidak ada batas waktu, hiburan dari para pelatih dan beberapa dari peserta diksarlin yang disuruh naik ke panggung untuk berjoget dan bernyanyi.

Platon 1 Kompi A Batalyon 2

Platon 1 Kompi A Batalyon 2

Waktu menunjukkan 14.00, Truk yang membawa kami ke markas Yonif 700/ Raider telah tiba untuk membawa kami pulang kembali ke Politeknik Negeri Ujung Pandang secara bergiliran, berhubung jumlah truk yang tidak seimbang dengan jumlah peserta diksarlin tentunya kami harus menunggu giliran. Selamat tinggal Yonif 700

Kami diberikan pengarahan sebelum penutupan

Kami diberikan pengarahan sebelum penutupan

Terima kasih untuk pelatih kami, pihak politeknik negeri ujung pandang, kakak senior terkhusus untuk KSR PMI yang ikut berpartisipasi membantu dalam hal kesehatan.

Diksarlin PNUP 2015

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Makan di restoran grand launching

Teman-teman aku mau cerita nih (kali ini saya menggunakan aku lagi) sebuah pengalaman makan di restoran grand launching yang menurutku lucu.  Sekedar pembuka, sambil nunggu pengumuman hasil tes perguruan tinggi, aku mengisi waktu bekerja di salah satu anak perusahaan Telkom bagian gangguan jaringan internet.

Ceritanya aku dan temanku (dipanggil : ito) lagi dapat gangguan di kantor SPBU, setelah memecahkan gangguan aku dan temanku merasa lapar, yah bukan merasa lagi tapi memang LAPARRR. Ketika mau nancap gas aku lihat restoran yang sedang grand launching di seberang kantor SPBU. Kalau di game istilahnya close beta. Biasanya kalau game lagi close beta banyak event yang unik.

“ito ayo makan disana! Biasanya kalau restoran grand launching makanannya gratis ” ajak aku.

“kalau makanannya mahal kita pura-pura aja cari teman” lanjutku lagi.

Okedeh.. kita menuju ke seberang dan memarkir motor. Terlihat di balik pintu kaca ada beberapa pelayan yang sedang menunggu kita.

Perasaanku deg deg an…. apakah ini yang namanya cinta😀  ?

Dengan dibukakannya kami pintu dan dilontarkan ucapan selamat datang, kami diarahkan langsung ke tempat duduk. Dengan tampang yang sok berduit lah ceritanya. Mengenakan sandal, celana jeans, jacket, dan wajah yang keliatan berkeringat.

Kami duduk di salah satu meja kosong, terlihat ada 2 meja lainnya yang terisi oleh pelanggan juga. Beberapa detik duduk, kami diberikan menu. Sembari melihat menu yang lezat dan menggiurkan aku tertawa cengingir “hihihi” sambil melirik temanku, Ito!

Sialan juga nih menu makannya, aku cari harga yang paling murah aja kok susah ya, semuanya harga 50 ribuan ke atas. Hahahaha ini baru makanan.

Aku dan temenku hanya bisa menatap lama menunya, sebenarnya yang buat lama mikir karena aku lagi mencari makanan yang membuat rasa lapar ini hilang dengan harga yang terjangkau dompet.

Dalam hatiku “mana nih makanan gratisnya?”

Sementara itu, pelayan masih menunggu pesanan yang kami mau. Haha serasa diintimidasi ya. Sepertinya pelayan tersebut mengerti dompet kami berdua, ia memberikan selembaran brosur yang isinya diskon 30% all item.

Kode mata yang kukirimkan ke Ito tersampaikan. Ito pesan nasi goreng harga 30 ribuan dan yah aku ikut aja deh daripada kebocoran. Nih baru makanan, gimana dengan minum? Tentu saja kami mencari harga termurah.

Air mineral? Wah buset dah nih air mineral atau apaan kok mahal.
Ito memesan jus jeruk dengan harga 15 ribuan, biar keliatan elit nih aku gak mau pesan air mineral dan gak mau terkesan ikut-ikutan dengan Ito, akhirnya aku memesan Espresso yang harganya 17 ribuan.

Setelah itu, pelayan beranjak dari meja kami bersama menu makan dan minum yang kami pesan. Ito yang duduk disamping kiriku lagi menghitung menggunakan kalkulator di hp nya jumlah harga pesanan yang akan dibayar setelah dikenakan diskon 30%

Aku hanya tertawa hahahahahaha Kirain gratis eh iya sih gratis 30%.

Lama menunggu, pesanan kami telah tiba. Nasi goreng yang indah keliatan membuat kami segera memakannya dengan lahap //jangan lupa baca doa ya!

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Nih yang jadi masalah adalah…Espresso yang aku pesan. Haha aku yang selama ini jarang minum kopi, kenapa pesan Espresso? Ada 2 gelas yang diberikan oleh pelayan. Gelas pertama berukuran besar yang berisikan Air putih dan es batu sedangkan gelas kedua berukuran kecil yang berisikan larutan kopi yang keliatannya enak. Aku ngebayangin kalau Espresso itu sama rasanya dengan permen Kopiko, ternyata pahit!! Asli pahit rasanya. Haha jangankan rasa, cara minum espresso aja aku ga tau ye.

“Aku minum yang di gelas kecil dulu, baru gelas besar? Atau gelas kecil yang berisi espresso dicampur ke dalam gelas yang berisi air?” Pikirku gitu.

Selama makan gua terus kepikiran gimana caranya minum tuh Espresso, kok pahit sih? Nda ada gula nya ya? Aku mau minta gula sama pelayan tapi Ito bilang kalau kopi memang begitu, pahit.

Selesai makan, aku searching google “Cara minum espresso” hahah sialan mungkin aku ditertawain sama si om google, kok gak dapat sih caranya. Akhirnya temanku ito yang mencampurkan larutan Espresso ke dalam air. Pahit! Pahit!! 17 ribuan ku rasanya pahit bener.

Sambil nonton youtube di hp aku meminum Espresso dengan wajah terlihat sangat menikmati but lie. Haha

Sumpah pahit!

Setelah habis, aku dan temen ke kasir kemudian keluar dari restoran tersebut. Aku ga mau melirik ke kaca restoran itu, segera aku tancap gas dan ketika restoran itu gak keliatan gua tertawa HAHAHA di motor sama temen ku.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah “Makanan gratis ga ada di restoran manapun walaupun itu grand launching, ga ada tuh. Hati-hati penipuan teman teman!”

Sudut pandang jurusan TKJ – SMK Telkom

Hai semuanya, ketemu lagi dengan saya. Kapan yah saya terakhir nge post disini? Sudah lama sekali, saya juga kangen sama blog ini. Udah banyak sarang laba-laba, debu dimana mana, koment orang ga dibales, tangan merasa kaku gak pernah ngetik banyak-banyak lagi😥

Kembali lagi dengan saya dengan cerita baru, baru mau cerita sekarang sih. Saya mau skefo (sekilas info) kenapa saya bisa ngilang dari blog ini. Pembaca tahukan kalau tahun ini masa SMK saya sudah berakhir di tahun 2015 ini😥 Entah saya harus berperasaan senang atau sedih. Saya sempat ngilang karena ada tembok besar yang harus dihadapi untuk keluar dari kawasan SMK Telkom Makassar.

Post kemarin saya menceritakan tentang prakerin, masa masa santai //plak, bisa panjangkan rambut, ga ada tugas, ga ada ujian. Yah tapi setelah prakerin semuanya berakhir. Meja menunggu kami, itulah namanya ujian meja, yang menguji kami adalah Meja. M E J A A A. (Yuk baca disini : Masa masa PSG)

Setelah ujian meja, saya pikir bisa bersantai sedikit. Tidak!

Sebaliknya, masih ada semester 6, saya masih belajar seperti biasa. Kejuruan makin menjadi jadi, pelajaran lain juga ikut mendukung.

Mengenai kejuruan, di semester 6, di kelas, dibagi menjadi beberapa kelompok pinguin (baca: linux), ada yang debian, slackware, dan centOS (gw disini haha). Tugas kami sederhana, merancang dan membangun server. Kami harus bekerja sama agar bisa lulus bersama. Sebagai orang yang agak tahu menahu tentang linux //sok Saya seperti merasa memiliki tugas untuk mengajari anggota anggota pinguin. Ada anggota kelompok yang cuek, takut remedial, dan lain sebagainya. Awalnya mereka hanya mengandalkan saya //maaf kalau saya kegeeran, kalau saya ada di kelompok tersebut maka lulus itu jadi hal mudah. Alhasil kita tidak lulus. 1 kelompok mendapat nol. ENOOLL!

Saya buat grup chat, saya bilang gini  :

Halo kelompok Centos :v
bagaimana ini kelompok nya?
masa bodoh ki sampainya ujian kompetensi ? :v
haha cuek semua ki belah tidak ada yang peduli :v
saran ku : bagus nya kalau tiap hari sabtu atau minggu adakan belajar kelompok di rumahnya siapakah,
terserah ji saya, tapi bagusnya kalau rumahnya yang bisa dijangkau semua
kalau cuma 1 atau 2 orang ji yang peduli… yah ikut ikut ma juga tidak peduli.
*sorry spam
bukan ji saya egois sapa tahu kalian merasa dipaksa toh.

Entah mereka pikir saya bagaimana, terserah! Saya sempat bermasa bodoh, nda peduli. Kemudian, beberapa teman ada yang respon, dari responnya saya bersemangat //eaa saya mengajari satu per satu dengan cara saya, dengan cara yang mereka bisa paham. Saya ajari satu teman, dan teman yang sudah diajar mengajari teman yang lain, saling bertukar pikiran ketika ip address tak mau terganti, client tidak dapat dhcp, dns server nya gagal hahahaha dan masih banyak masalah lainnya.

Masa masa inilah masa yang dimana kami harus pulang malam (jam 7 s/d 8), ini baru server lho, belum lagi ada java, autocad. Sumpah! Kalau ga kuat mending lo out dah dari smk telkom. Entah sejak kapan anak TKJ nya berubah menjadi masokis! Tahan siksaan, banyak ngeluh tapi tetap aja dikerjain tuh tugas merepotkan aneh kan? Itu karena kemasokisan yang luar biassa.

Semakin dekat ujian kejuruan, semakin masokis anak TKJ nya. Pulang jam 10 malam. Hari sabtu yang semestinya free, hari minggu yang semestinya tanggal merah tidak berlaku untuk kami, kita, saya. Keep Schooling!

Tapi ada bahagianya juga kok, bisa main badminton sampai keringatan, main basket juga, makan gorengan sama-sama, dapat nol sama-sama, deg deg an bersama, dan antarin si dia pulang ke rumah (?)

Ujian demi ujian mendekat. UAS, Ujian kejuruan, Ujian spesial from pak Adi, Ujian Nasional. Semua terlewatkan!

pcrouter smk telkom

Kelompok PC Router. Waktu itu masih kelas 2

razia rambut

Kalau ini baru memasuki kelas 3. Eh razia rambut, saya malah yang first blood

selfie di kelas

TEKAJE21 SMK Telkom Makassar

Foto Bersama. Hari ini bertepatan juga dengan giliran kelompok CentOS untuk Ujian Spesial from pak Adi

Selfie TKJ21

Hahaha😀

Spesial for pak Adi :

  • Makasih atas ilmunya
  • Pretestnya yang membuat kami begadang, mencari tumbal, dapat monyet, harus joget joget dulu biar dapat attempt, harus push up dulu biar dapat attempt, keliling lapangan pula. (Tapi saya ga pernah joget, push, maupun keliling lapangan HAHA)
  • Rumahnya yang di sudiang senantiasa ramai saat saat remedial
  • Persiapan kelas ala militer yang tiap kali masuk/keluar kelas jantung ini deg deg an mulu (Saya juga ga pernah dapat giliran mempersiapkan kelas)
  • Membersihkan kelas sebersih-bersihnya, debu 1 butir yang awalnya tidak ada menjadi ada.

Pasca PSG

Akhirnya setelah 10 minggu berlalu, aku dan teman kelompok psg ku telah banyak mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, mulai dari hal yang menyenangkan, mengasyikkan, menyedihkan, mengharukan. (Baca : pengalaman PSG ku)

PSG atau prakerin (praktek kerja industri) tidak berakhir begitu saja, ada laporan dan ujian yang senantiasa menunggu kami di depan. Ini dia salah satu hal yang membuat psg itu menyedihkan haha. Dimulai dari menyusun kerangka laporan yang membuatku merasa terbebani, namun karena ada mereka, teman-teman kelompokku yang baik membuat itu terasa mudah //uhukk menghibur diri.

Membutuhkan banyak pengorbanan untuk menyusun laporan, kenapa? Dimulai dari keluar rumah aku pergi ke salah satu toko elektronik dan it bersama dengan 1 teman yang hampir sekelompok denganku //gak ada hubungannya, kemudian lanjut ke rumah obam, disitulah tempat kami akan menyusun laporan, tapi tidak semudah yang kalian kira. Bukan cuma jarak, tapi aku harus menerjang hujan, melawan angin kencang, dan menaklukkan banjir dimana-mana untuk sampai ke rumah  obam. Nadia dan Laura juga sama berkorbannya. Peristiwa korban-berkorban ini terjadi pada hari minggu 4 Januari 2015.

Setelah menyusun laporan, sisanya kami menyelesaikan materi di rumah masing-masing dan sebagai finisher aku harus menyatukan semua materi, edit jika ada yang salah dari sampul hingga daftar pustaka. 1 minggu kemudian aku pergi ke rumah obam (lagi) sendirian lho. Aku nge-print laporannya disana, walau dengan tinta yang sekarat, obam’s printer ikut membantu dalam menyelesaikan laporan. Namun alangkah tidak beruntungnya, ketika dikumpul ke pihak sekolah ternyata masih banyak kesalahan yang mengakibatkan 3 x 88 lembar yang sudah diprint itu sia-sia (sebenarnya tidak sia-sia sih karena kertasnya masih bisa dipakai corat coret). Setelah di edit kembali, giliran printku lagi yang akan berkorban. Okeeh! Printku terisak-isak mencetak 3 jilid laporan //kasian.

Seperti tahun sebelumnya setelah melakukan prakerin, akan diadakan ujian meja 1 minggu setelah pengumpulan laporan. Sudah balik ke sekolah, kembali belajar seperti semula dapat tugas yang banyak seperti biasanya, ditambah lagi ujian meja. Walau hanya berlangsung selama sehari  tapi cukup memberikan tekanan pada kelompok kami. Mengapa? Bisa dibilang lokasi psg kami itu langka, jadi materi yang didapat juga langka dan alangkah sulit untuk dimengerti. Jadi sebagai kelompok psg yang baik kami harus saling mengajari //baca dalam hati.

Selama 1 minggu berlatih //ini mau apasih, tibalah waktu ‘ujian meja’. Saat kami masuk ke ruangan ternyata ada meja yang disediakan di depan kami, makanya namanya ujian meja. Presentasi oleh kelompok kami menurutku pribadi sudah baik. Sebelum masuk pintu, aku deg-deg an dan nafas terasa berat di dada berhubung aku juga sebagai moderator tapi pas di dalam ternyata suasananya santai aja kok. Btw, aku sempat fals wahaha //emang gua nyanyi apa di dalam

Selesai ujian meja, aku merasa ploooooong, nafas terasa lancar, yang tersisa adalah pelajaran sekolah, terkhusus kejuruan. Semoga aku sempat membuatkan tutorial di Tutorial Belajar Komputer.