Suku Makassar penguasa laut

suku makassar penguasa lautSuku Makassar penguasa laut

Di Negeri kita Indonesia terdiri dari beragam suku dan budaya. Salah satu nya adalah suku Makassar. Pernahkah kamu mendengarnya? Tentu kalian menganggap itu sudah tidak asing lagi. Berikut merupakan sekilas tentang suku Makassar.

Suku bangsa ini sendiri lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang Mangasara. Sebagian besar bediam di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Maros, dan Pangkajene di provinsi Sulawesi Selatan. Sebagian di antara mereka merantau ke berbagai daerah lain di Indonesia, serta terkenal pula sebagai pelaut dan pedagang antarpulau yang gigih. Jumlah populasinya sekitar 1.750.000 Jiwa.

Berbicara tentang Makassar maka  identik pula dengan suku Bugis yang serumpun. Istilah Bugis dan Makassar adalah istilah yang diciptakan oleh Belanda untuk memecah belah. Hingga pada akhirnya kejatuhan Kerajaan Makassar pada Belanda, segala potensi dimatikan, mengingat suku ini terkenal sangat keras menentang Belanda. Di mana pun mereka bertemu Belanda, pasti diperanginya. Beberapa tokoh sentral Gowa yang menolak menyerah seperti Karaeng Galesong, hijrah ke Tanah Jawa. Bersama armada lautnya yang perkasa, memerangi setiap kapal Belanda yang mereka temui. Oleh karena itu, Belanda yang saat itu dibawah pimpinan Spellman menjulukinya dengan

Bahasa Makassar atau Mangasara dapat dibagi atas beberapa dialek, antara lain Dialek Lakiung, Turatea, Bantaeng, Konjo dan Selayar. Sama seperti bahasa Bugis, bahasa Makassar juga pernah mengalami perkembangan dalam kesusasteraan tertulis yang dikenal dengan Aksara Lontarak, yaitu system huruf yang bersumber dari tulisan Sansekerta. Salah satu naskah yang terpenting adalah Sure Galigo atau La Galigo, yaitu sebuah mitologi tentang asal usul masyarakat dan kebudayaan bugis. Selain itu, bahasa Makassar juga berkembang dalam berbagai bentuk puisi klasik, seperti kelong (pantun) dan sinrili (prosa liris yang dinyanyikan).

Pada dasarnya mata pencaharian orang Makassar adalah menanam padi di sawah yang telah mengembangkan system irigasi tradisional. Selain itu, pertanian sayur-sayuran,buah-buahan, dan tanaman keras juga cukup berkembang. Akan tetapi, di mata masyarakat lain orang Makassar lebih terkenal sebagai nelayan penangkap ikan, pedagang, dan pelaut yang gigih. Mereka telah mengembangkan tradisi dan pengetahuan kelautan yang mengagumkan. Jenis perahu Makassar yang terkenal dengan pinisi terkenal sebagai perahu yang kuat dan ramping serta mampu mengarungi lautan selama berbulan-bulan. Karena ciri kebudayaan seperti itu, maka orang Makassar sering didentikkan dengan orang bugis, tidak heran kalau kedua nama itu sering ditulis oleh penulis lama dalam kata majemuk Bugis-Makassar.

Sekian dulu tentang Suku Makassar, yaitu kota saya. Namun saya dari Suku Bugis. Hehe

One thought on “Suku Makassar penguasa laut

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s