Panitia MOS menyeramkan (part 2)

<– Baca : Panitia MOS menyeramkan (part 1)

Lain cerita di SMA, walaupun saya tidak menjadi anggota OSIS di kelas 1 namun saya menjadi anggota ketika naik kelas 2. Inilah awal dari mimpi buruk yang sebenarnya HAHA.

Saya ingat ketika mengacungkan tangan pada saat formulir masuk OSIS itu diumumkan di kelas dan betapa tidak sadarnya saya melakakukan itu dengan niat “mencari pengalaman” HAHAHAHA
Pengalaman buruk ya?

Tibalah saat-saat dimana saya naik kelas 3 dan saya pikir akan berlibur dengan nikmatnya di rumah pada saat bulan Ramadhan, namun kenyataan selalu terjadi berbeda dengan apa yang terpikirkan. Dari awal saya memang tidak menginginkan hal menyeramkan (itu) terulang kembali, walaupun saat ini *katanya saya adalah anggota OSIS.

“Saya tidak mau menjadi panitia MOS, tidak bakalan”

“Saya tidak mau membuat orang memilih saya menjadi Panitia MOS”

Tapi mengapa?! Saya terpilih menjadi panitia MOS.  Tidaaaakkkk!

Hal ini bukanlah suatu hal yang patut dibanggakan, saya merasakan hal menyeramkan itu akan terulang kembali, dan saya pikir saya akan mengundurkan diri saja! Saya tidak mau!

Karena seseorang…..seseorang kah? *cieee

Entah kenapa niat saya berubah yah, akhirnya saya menaruh keseriusan terhadap kegiatan yang akan dilakukan bersama ini. Saya berusaha melakukan yang terbaik. Ganbatte!

Tetapi tetap saja saya tidak jauh-jauh dari masa SMP, mungkin agak berbeda tapi itulah saya.

Jadi begini..peserta MOS dibagi kedalam beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari ± 30 orang peserta, tiap kelompok memiliki 2 orang pendamping, tiap kelompok memiliki nama kelompoknya masing-masing, dan tiap kelompok memiliki warnanya sendiri. Saya berada di kelompok 10 (Linux) berwarna Ungu.

Dari praMOS hingga selesainya kegiatan saya agak berbeda dari Hasbullah Marwan yang biasanya kalian temui, saya lebih sok kenal, saya lebih banyak bicara, saya sok seru. Yah itulah perbedaan daripada ketika saya menjadi panitia MOS saat SMP.

Tapi satu hal yang tidak bisa saya lakukan adalah “sok marah”😉

Ada yang beranggapan MOS merupakan waktu yang tepat untuk balas dendam senior-junior. Ada yang beranggapan MOS merupakan masa-masa kita (senior) mendapatkan cokelat gratis..tiss dari mereka (junior), tapi saya tidak termasuk ke dalam orang yang beranggapan seperti itu.

Ingat kata kepsek “tugas kita mendampingi mereka agar mereka mengenal sekolah” itulah kata-kata yang selalu menjadi cokelat bagi saya *cieee

Andaikata saya yang berada di posisi Junior, ketika saya disuruh membawakan mereka (senior) coklat saya akan berpikir berkali-kali hingga saya tidak membawakan mereka *haha dasar pelit, makanya saya juga tidak pernah menyinggung sama sekali tentang cokelat *eh ini kk sudah singgung disini, hahaha MOS sudah lewat jadi gak usah bawakan saya cokelat😛 Kagak usah yah, please!

Terima kasih yah teman-teman OSIS karena memilih saya menjadi salah satu panitia MOS, lain kali jangan pilih saya yah, please!

Terima kasih partner kelompok 10 yang berjuang keras mendampingi kelompoknya, menutupi kekurangan saya, dan menggantikan kalau saya lagi ada sesuatu yang mendadak!😀

Terima kasih kelompok 10 karena sudah jadi kelompok 10, tidak nakal, tidak melanggar *walaupun ada beberapa yang melanggar, tidak pendiam *walaupun awalnya semuanya krik, tapi pada akhirnya mereka saling mengenal dan jadi kelompok yang Solid.😀

Sampai kalian keluar dari sekolah itu jangan lupakan apa yang pernah saya nasihati *kalau ada, dan tolong lupakan kalau ada kata-kata saya yang kurang baik😀

Don’t forget Me!😉

id card mos 2014

Karena kita MOS di bulan Ramadhan maka saya memohon maaf lahir dan bathin (Baca : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H)

Pengen baca Pesan dan Kesan mereka yang dari kelompok saya (Baca : Pesan Kesan mereka saat MOS 2014) will post

4 thoughts on “Panitia MOS menyeramkan (part 2)

  1. maaf….ini cerita tantang apa ya ?….
    kok bahasa penulisan nya susah di pahami.
    atau mungkin saduran dari bahasa asing,yg di translate pake google translate ?…
    bingung aku !!!!

    • oh kamu gak ngerti ya? bahasa nya terlalu tinggi, rumit dan susah dimengerti buat kamu?
      udah baca part 1 nya blom?
      kepanjangan MOS tahu gak?😉
      oh iya mohon maaf saya bukan penulis

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s