Pengalaman PSG

Saya mau berbagi cerita nih tentang PSG di kota Saya sendiri.

Sebelumnya Saya mohon maaf kalau pembaca kurang ngerti istilah apalah ini, itu😀

Jadi begini, kami terbagi 2 kelompok dan tiap kelompok ada 4 orang, 4 orang dibagi lagi jadi berpasang-pasangan. Saya ditempatkan di bagian IT Support bersama 1 orang teman, minggu awal sih memang tidak kerjaan, bosan, yang ada cuma datang duduk mendownload nonton.
Kami selalu mengeluh
“beh apa dibikin selama 1 bulan disini?”
“deh tidak ada dibikin disini”
“masa begini terus ki sampai 1 bulan?”
Sampailah pada minggu ketiga, kami diberikan pekerjaan. Yah pekerjaaan.. dan bisa dibilang pembelajaran. Saat diberi kerjaan, kami yah ada perasaan senang “akhirnya dapat pekerjaan juga”
Tahu tidak pekerjaan apa? Install linux! Menurut anak TKJ sih itu bukan suatu hal yang sulit. Tapi kami mendapat masalah di awal job ini, mau tahu apa?
Berdasarkan pengalaman, Kami baru menginstall linux di Router! ROUTER Woi! Wah gilaa~
“Pak install dimana linux nya?”
“yah disini” sambil nunjukkin Router itu.
“hah? disini?” Kami sempat bengong.

Sun Microsystem X4100

Ini dia router yang pengen diinstal!

Kesan pertama lihat mana bisa router diinstalkan linux? tombol power-nya aja Saya gak tahu, tapi setelah Saya lihat-lihat wah ternyata dia ada hardisk, RAM, USB Port, VGA Port, layaknya seperti PC.
Sebelum menginstall Kami butuh installer, nah disini dapat lagi masalah kecil namun merepotkan juga. Ada 4 DVD-R kosong, kami disuruh copy Linux Redhat, melewati 12 Jam (mungkin) tidak ada DVD-R yang berhasil tercopy. Payah lu~ Akhirnya kami berinisiatif untuk membuat installer Linux Redhat via flashdisk 4GB. Setelah dicoba akhirnya berhasil.
Dalam pikiran Saya “haha lebih canggih gan disuruh pakai DVD malah flashdisk”. Karena cara menginstall linux semuanya hampir sama yah Kami menginstall mengikuti prosedur aja. Complete! Reboot Now! Katanya si Router yang berhasil diinstallkan Linux.
Timbul masalah baru lagi, setelah di reboot eh malah reboot terus sampai tidak berhenti kalau tidak matikan paksa.
Panik mode ON.
“Kenapa begini?”
“Apa masalahnya ini?”
Muncul pesan error “Multi bit ECC Error”, okelah~ Kami searching di google semua artikel berbahasa inggris, translate-nya dipaksain aja, ceritanya Kami punya deadline dalam pekerjaan ini jadi tidak bisa lama-lama.
Kata si google “RAM…RAM….” //wah kok langsung ingat nama panggilannya si Dia haha😄
RAM nya kedetect 4 GB, lah berarti RAM nya terbaca. Kenapa bisa RAM nya bermasalah? Kami melakukan aksi cabut mencabut, restart sana restart sini.
Sampai sekarang ini masih menjadi sebuah MISTERI! teman-teman ini sebuah MISTERI!!

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s