Pengalaman PSG terakhir

Hai temen-temen kali ini aku mau cerita pengalaman terakhir ku di Semen Bosowa Maros dan merupakan lokasi psg ku yang terjauh dari rumah.

Hari pertama kami berangkat bersama, jadi kami ngumpul di rumah 1 orang teman dan berangkat bersama, diantar dan dijemput pula sama mama nya teman ku, di bosowa kami bertemu dengan anak PKL (sama artinya dengan PSG) dari Soppeng yang lebih dulu disitu, namanya Fajriyah.

Hari kedua, kami mendapat penginapan yang dekat dari Bosowa Maros, tempat kami PSG, rumahnya bagus dan fasilitas yang cukup memadai dan kami dapat menginap selama-lamanya (kalau boleh) disana. Hari kedua ini kami berangkat bersama dan teman ku (namanya Obam) yang nyetir, aku sangat deg deg an kalau teman ku yang nyetir, soalnya dia udah lama gak nyetir mobil, tapi alhamdulillah kami selamat sampai tujuan.

Selama 2 minggu ini kami bekerja sementara di luar kota, hidup mandiri gitu haha //eaa. Sepulang ngantor kami bergantian mandi, btw air di rumah tempat kami menginap tidak selamanya jalan terus, so kami harus hemat air. Sehabis mandi kami masak, haduh semuanya pada awkward kalau masak haha walaupun itu cuma masak indomie, menggoreng telur😄

Sempat ingat pas makan nasi goreng, dipaksa buka mulut untuk makan udang -_-

Di hari Jumat sore, kami balik ke makassar dulu ntar kembali lagi pas hari senin, minggu pertama berjalan sesuai yang semestinya pergi ngantor, pulang ngantor, makan, lalu tidur.

Hari senin kami balik ke Maros, suasana di minggu kedua ini agak beda, kami sudah terdesak dengan laporan, laporan harus selesai sebelum kami selesai PSG. Oh sedihnya karena 1 temanku (Laura) sakit jadi di hari senin dia tidak ikut ngantor, nanti di hari selasa baru jumlah kami lengkap seperti biasanya, ngantor bersama, makan bersama, tidur bersama //plak

Di hari selasa, bapaknya Nadia (teman ku) pulang ke makassar, Nadia ingin menjemput bapaknya yang di bandara, tapi yang nyetir Obam, kami berempat ikut dan aku lebih deg deg an karena teman ku yang nyetir ditambah sudah jam 9 malam. Salah satu teman ku belum makan malam, jadi kami singgah makan dulu ergh abis makan kami lanjutkan perjalanan ke bandara, di mobil aku main game (biar santai), dan tidak terasa udah sampai di bandara Sultan Hasanuddin, kami sempat mutar-mutar di bandara karena gak tahu dimana tempat parkir mobil haha lol. Sehabis itu kami berkeliling area bandara untuk mencari area penjemputan. Beberapa menit menunggu akhirnya bapaknya udah muncul di pintu, kami menyambut //okeh, kemudian pulang. Look at time! Sekarang larut malam, kami kembali ke maros dan tiba di rumah penginapan hampir jam 12 malam. Semuanya langsung tepar, terjun ke tempat tidur yang sejuk, kecuali aku dan Obam yang terjun ke lantai yang dilapisi karpet tipis.

Keesokannya hari rabu, berhubung besoknya natal jadi kami harus balik hari rabu. Sementara laporan harus segera di kumpul, hari terakhir yang sangat merepotkan, di hari terakhir ini aku juga bertemu dengan teman SMPnya mama ku. Lah terus..? Oke kami tetap balik ke makassar hari rabu. Sorenya habis ngantor, come back home… di tambah 1 penumpang (Fajriyah), kami pulang bareng dan sampai di rumah Obam sebelum magrib, alhamdulillah selamat. Sehabis magrib aku masih harus melanjutkan perjalanan ke rumahku, karena motor kusimpan dirumah teman, jadi melanjutkan perjalanan naik motor lah, fajriyah ikut. Aku gak tahu rumahnya di mana, aku tersesat (maklum bukan anak jalannya makassar) dan dia juga gak tahu daerah situ (maklum dia bukan orang makassar), tapi alhamdulillah karena instingku dan petunjukNya semuanya sampai dengan selamat.

Selama di bosowa, kami diberi fasilitas makan dan ibadah (Masjid), masih banyak tempat yang belum kami datangi, berhubung karena luasnya area Semen Bosowa Maros dan dibutuhkan juga pembimbing kalau ingin berkeliling area. Di Bosowa kami ditempatkan di bagian IT, jadi disuruh nginstall PC, perbaiki laptop (software), dan sharing printer. Kalau gak ada kerjaan kami sibuk dengan perangkat masing-masing, nonton youtube, main game, skype-an, dll. Kami satu ruangan dengan pembimbing kami, dipanggil pak Cawang, dia orangnya asik, santai, kadang melucu.

Obam, Nadia, Laura, makasih atas 10 minggunya, serunya, sedihnya, senangnya, harunya, mendebarkannya, sukanya, dukanya, membosankannya, penginapannya, masakannya, dan Fajriyah juga dengan ketawa cengingir nya itu.Semen-Bosowa-Maros

One thought on “Pengalaman PSG terakhir

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s