Pengenalan kehidupan kampus dan Diksarlin PNUP

Inilah kisahku di awal ketika mendapat sebutan maba yaitu mahasiswa baru. Setelah perjuanganku menunggu banyak pengumuman (Baca : Menjadi maba di PNUP) baik snmptn, sbmptn, jalur mandiri, pmdk maupun umpn. Di antara banyak jalur aku lulus di jalur umpn itupun aku lulus cadangan :’)

Aku mulai pra ospek pada tanggal 20 saat itu banyak hal yang disampaikan mengenai persiapan ospek esok hari hingga selesai. Eh kalau di politeknik negeri ujung pandang istilahnya bukan ospek, tapi pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (pkkmb). Haha tapi bagiku sama saja cuma namanya saja yang berubah.

Aku mulai pkkmb pada tanggal 22 s/d 24 Agustus 2015. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, anggota-anggotanya berasal dari jurusan yang berbeda-beda seperti teknik elektro, mesin, akuntansi dan lain sebagainya. Juga, yang menjadi mahasiswa baru berasal dari luar Makassar. Banyak logat yang beraneka-ragam masuk ke telinga ku, ada yang asing maupun tak asing kudengar tapi itu tidak menjadi masalah bagiku karena yang penting kami bisa saling berkomunikasi dengan baik.

Hari pertama (tanggal 22) kami dikumpulkan di lapangan merdeka pertanda dibukanya acara setelah itu kami diarahkan ke ruangan bersama kelompok yang sudah ditetapkan sebelumnya, topik yang mengisi hari kami adalah peraturan dan tata tertib kampus, ekstrakurikuler, kemahasiswaan, perpustakaan mulai pagi hingga sore. Aku merasa ngantuk sekali untungnya kami dibagikan makanan 3x dalam sehari (2x snack dan 1x makan siang)

SMK Telkom in PNUP

SMK Telkom in PNUP

Hari kedua (tanggal 23) kami dikumpulkan di aula. Mau tahu materinya membahas mengenai apa? Yap! Menurutku ini topik yang menarik dan paling aku tunggu-tunggu yaitu pengenalan Organisasi dan UKM. Contohnya seperti DEMA, BEM, UKM bahasa, seni, olahraga, pencinta alam, tae kwondo dan masih banyak lagi yang membuatku bingung mau ikut UKM apa nanti. Nanti? Ya! Kami mahasiswa baru boleh ikut UKM ketika semester 2. Jadi, aku harus sabar

Hari ketiga (tanggal 24) kami dikumpulkan di aula sebagai lanjutan pengenalan UKM yang belum sempat diperkenalkan di hari sebelumnya kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jurusan. Kami semua diarahkan ke masing-masing jurusan. Aku berada di jurusan elektro. Dari gosip yang sering beredar kalau tiap penerimaan mahasiswa baru, ospeknya jurusan elektro yang paling keras. Mungkin gosip yang beredar menggunakan majas hiperbola, tapi kenyataannya kami diarahkan ke lapangan dekat jurusan elektro, disitu kami diberikan pengarahan, disuruh baris membentuk huruf HME yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Elektro, kami diperlakukan dengan tegas, disuruh push up dan disuruh tunduk merupakan perlakuan senior agar junior tidak melawan kepada senior, menurutku cara itu kurang tepat karena berbicara tentang kedisiplinan tiap individu, tidak bisa dilakukan dalam waktu 1 atau 2 hari saja dan tentunya kemauan untuk berdisiplin berasal dari kesadaran masing-masing individu. Tapi menurutku itu yang senior lakukan ketika sudah menjadi senior, sama juga ketika aku menjadi senior tentunya ingin dihargai. Junior menghargai senior dan senior menyayangi junior.

Hari keempat (tanggal 25) kegiatan selanjutnya adalah pesantren kilat. Suasana terasa berbeda karena kegiatan dilakukan di masjid yang berada di PNUP. Adapun materi yang aku dengarkan adalah menuntut ilmu, ajaran sesat, problematika remaja. Kegiatan berlangsung sampai sore (setelah sholat ashar) setelah itu, kami dikumpulkan di halaman parkir untuk menunggu mobil jemputan dari Yonif 700/ Raider. Disanalah aku dan teman seangkatan akan didiksarlin (Pendidikan dasar dan kedisiplinan).  Sambil menunggu mobil, tentara yang sekaligus akan menjadi pelatih kami telah mengambil alih suasana yang sebelumnya tidak terlalu tegang berubah 180 derajat. Semua maba berubah menjadi tentara.

“Siap jelas!”

“Siap hadir!” dengan nada suara yang tak disimpan simpan lagi.

Mulai tanggal 25 tepatnya hari selasa sore kami telah diambil alih untuk dididik oleh tentara dari Yonif 700.Sesampai di markas Yonif 700/ Raider, kami diarahkan menuju ke tenda masing-masing dengan berjalan cepat, kadang juga berjalan jongkok dan lari. Perkenalkan aku dan teman-teman dari Peleton 1 Kompi A Batalyon 2 dan nama pelatih kami adalah Sumarlin

Kami sudah berada di dalam markas, aktivitas pertama kami disuruh berbaris yang rapi dan memilih kepala suku, aku hanya sebagai anggota biasa, setelah baris yang rapi kami diarahkan menuju ke rukan (rumah makan). Suasana makan malam kali ini terasa berbeda dari hari sebelumnya karena kami disuruh baris, kemudian duduk yang super rapi, tidak ada suara bahkan tidak boleh ada yang lebih dulu makan. Inilah adab makan ala Yonif 700 yaitu cepat senyap tepat yang harus kami biasakan ketika makan di dalam markas Yonif 700.

Makan di rukan Yonif 700/Raider

Makan di rukan Yonif 700/Raider

Setelah makan kami baris lalu menuju ke depan tenda masing masing kami diberi arahan oleh pelatih kami sampai jam 10 malam. Aku sudah lelah karena dari pagi tubuh ini aktif terus. Sebelum tidur, kami membuat sistem susun jaga dimana kami bergantian nge ronda tiap 30 menit hingga jam 5 subuh.

Kami pergi sholat subuh secara berkelompok tentunya dalam bentuk barisan dan dilengkapi dengan yel yel, bukan cuma sholat subuh tapi keempat waktu sholat lainnya, ketika makan, sebelum tidur dan bangun tidur pun kami harus dalam bentuk barisan.

Kami melakukan apel pagi

Kami melakukan apel pagi

Jika ada yang ingin izin untuk ke kamar mandi, kami harus meminta izin pelatih dan minimal ditemani oleh satu orang teman. Aku pribadi, dalam 4 hari 4 malam hanya 3x buang air besar, sedangkan buang air kecil tak mencapai 5x padahal aku banyak makan dan minum. Kemungkinan semua airnya keluar melalui keringat. Oh iya, disini yang namanya air minum sangat kurang. Bayangkan ada 1000 orang sedangkan stok air minum yang disediakan cuma 3 ember besar. Itupun kala isinya 2x sehari semalam walaupun di kantin disediakan air minum tapi dikenakan tarif Rp5000 sedangkan harga pasaran cuma Rp3000. Kadang aku beli air di kantin kadang kalau aku sudah merasa sangat haus ketika wudhu sekalian juga kuminum air yang keluar dari kran air. Bukan cuma aku, tapi beberapa teman yang aku tanya pernah melakukan hal yang sama. Itu karena rasa haus yang tak terbendung.

Beberapa momen yang tak bisa kulupakan yaitu ketika jurit malam, ketika renungan dan ketika makan di rukan.

Batalyon 2 mendapat giliran pertama untuk melakukan kegiatan jurit malam pada pukul 10 malam sedangkan Batalyon 1 diserahkan ke pelatih masing-masing entah itu mempermantap yel-yel mereka ataupun hal lainnya.

Batalyon 2 terdiri dari beberapa kelompok dan tiap kelompoknya dibagi lagi menjadi 3 kelompok kecil, kami diberikan sebuah kode yaitu berupa kalimat. Intruksinya adalah jangan sampai kode tersebut bocor kecuali di pos terakhir, yaitu pos ke 5 yang bertempat di lapangan. Aku dan 8 orang lainnya mulai berjalan mengikuti tali sebagai petunjuk yang dibuat oleh pelatih, kami saling berpegangan tangan agar kami tidak terpisah karena malam begitu gelap. Kami melewati hutan, rumah kosong, pohon-pohon lebat ditambah suhu malam yang terasa dingin dan mencekam. Di pos pertama kami dipaksa membocorkan kode tersebut oleh para penjaga pos, kami dibujuk namun kami ngotot untuk tidak memberitahukannya, setelah itu kami dibiarkan lewat dan menuju ke pos 2. Kami juga dipaksa untuk membocorkan kode tersebut namun pada akhirnya kami memberikan mereka kode palsu. Tetap saja kami disuruh turun ke kolam untuk membasahi pantat masing-masing dan kami disuruh membuka baju kemudian baru bisa menuju ke pos 3. Di pos 3 kami dipaksa membocorkan kode tersebut sama seperti pos sebelumnya, kami disuruh guling-guling di tanah baru bisa menuju ke pos 4. Di perjalanan menuju pos ke 4, tali yang kami ikuti tiba-tiba terhenti alias terputus di tengah jalan.

BAAANGG!!

Aku kaget dan berteriak “Aaaaaaa” karena tiba-tiba ada orang yang muncul dari rumah kosong dimana kami terhenti. Setelah dikagetkan, kami diberikan petunjuk menuju pos selanjutnya, yang bernama pos penciuman. Di tengah gelap malam, kami dipaksa untuk membocorkan kode tersebut namun karena kami tetap bersikeras untuk tidak melakukannya, kami disuruh mencium bau benda. Ada 1 benda yang menjadi misteri diantara kami, aku mengatakan bau itu adalah bau gula merah, ada juga yang mengatakan bau terasi dan terakhir ada yang mengatakan bau itu adalah bau tai sapi.

Dalam hati aku berkata “Haaaa?? Masa iya sih itu tai sapi, tapi mirip bau gula merah? Sialaann kami dikerjain!” Nasi sudah menjadi bubur aku tak acuh mau itu gula merah, terasi ataupun tai sapi udah terlanjur aku cium baunya. Setelah melewati pos penciuman tibalah kami di pos ke  5 yang merupakan pos terakhir, disana kami mendapati pelatih kami yang menyuruh kami membocorkan kode tersebut, tapi entah kenapa diantara 9 orang cuma 1 yang tidak kompak yang membocorkan kode tersebut. Padahal semestinya di pos ke 5 kode tersebut harus dibocorkan, alhasil 1 orang yang membocorkan kode tersebut dibiarkan istirahat dan 8 orang termasuk aku dihukum di tengah lapangan, tanpa memakai baju. Bukan cuma kami tapi dari kelompok lain cukup banyak yang tetap tidak membocorkan kode tersebut. Kata pelatih kami “Kalian bodoh, bahkan pada sekutu kalian tidak memberikan kode tersebut, kalian pengkhianat!”. Mungkin kami trauma di keempat pos kami bersikeras bahkan di pos kelima juga kami tetap bersikeras untuk tidak membocorkan kodenya. Akhirnya jurit malam telah selesai, kami kembali ke tenda pukul 2 dini hari.

Lain cerita pada malam renungan, malam itu merupakan malam terakhir kami di markas seusai semua kegiatan baik itu baris berbaris, tali temali yang penerapannya seperti menyebrangi sungai dengan menggunakan tali, penyampaian materi mengenai rela berkorban, pengenalan senjata dan lain sebagainya. Jadi, kami sekelompok kompak untuk mandi bersama yang lokasinya tidak jauh dari tenda. Aku pikir malam ini akan menjadi malam tidurku yang nyenyak karena jam 10 sudah diperintahkan untuk tidur dan tidak diberlakukannya sistem susun jaga, karena para pelatih kami yang menggantikan kami untuk menjaga tenda kami.

Aku sudah memasuki alam bawah sadarku, aku sudah bermimpi. Tiba-tiba aku terbangun, lampu tenda mati, suara tembakan yang berasal dari luar tenda dan sirine yang berbunyi keras “Ada apa ini? Diluar terjadi perang, wah aku lagi dimana? ini nyata atau cuma mimpi?”

Terdengar dari luar tenda “bangun!!!” aku bergegas memakai sepatu dan keluar tenda mungkin kami semua akan diikutsertakan dalam perang. Ketika di luar tenda, kami saling bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Aku pikir memang kami dibangunkan untuk perang, ternyata tidak. Kemudian aku pikir karena hari terakhir jadi kami dibangunkan untuk sholat subuh dengan cara seperti ini, tapi waktu masih menunjukkan pukul 11 malam. Sebenarnya tujuannya adalah untuk perenungan, kami berbaris lalu menuju ke lapangan untuk melakukan perenungan baik itu kepada orang tua maupun bangsa dan negara. Aku tidak bisa merenung karena sangat ngantuk bahkan aku sempat ketiduran. Terakhir kami disuruh berbaris untuk mencium sang merah putih dan kembali ke tenda.

Renungan malam, selamat malam!

Renungan malam, selamat malam!

Tepat pada hari sabtu tanggal 29 Agustus yang merupakan hari terakhir, kami melakukan aktivitas seperti biasa sholat subuh, makan pagi kemudian melakukan persiapan untuk penutupan. Setelah penutupan kami sekelompok berfoto bersama dengan pelatih kami, setelah itu kami makan siang, kali ini makan siang terasa sangat nikmat karena tidak ada batas waktu, hiburan dari para pelatih dan beberapa dari peserta diksarlin yang disuruh naik ke panggung untuk berjoget dan bernyanyi.

Platon 1 Kompi A Batalyon 2

Platon 1 Kompi A Batalyon 2

Waktu menunjukkan 14.00, Truk yang membawa kami ke markas Yonif 700/ Raider telah tiba untuk membawa kami pulang kembali ke Politeknik Negeri Ujung Pandang secara bergiliran, berhubung jumlah truk yang tidak seimbang dengan jumlah peserta diksarlin tentunya kami harus menunggu giliran. Selamat tinggal Yonif 700

Kami diberikan pengarahan sebelum penutupan

Kami diberikan pengarahan sebelum penutupan

Terima kasih untuk pelatih kami, pihak politeknik negeri ujung pandang, kakak senior terkhusus untuk KSR PMI yang ikut berpartisipasi membantu dalam hal kesehatan.

Diksarlin PNUP 2015

5 thoughts on “Pengenalan kehidupan kampus dan Diksarlin PNUP

    • sempat mandi cuman sekali itupun udah tengah malam, ga sempat mandi kalau pagi, siang, sore. dijaga ketat sama tentaranya ga boleh ada yang kesana sini

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s