Jangan lupa bahagia

Balik lagi saya di blog ini yang penuh dengan debu dan tulisan-tulisan lama. Saya sibuk entah sibuk karena apa, hidup saya mulai diisi dengan sesuatu yang lebih “menghabiskan waktu” tanpa menghasilkan apa-apa yang lebih bermanfaat, hanya sekadar bersenang-senang. Saya pernah makan di tempat yang namanya Hanggar Eating Point, makanannya enak yaitu roti luar biasa karena dibalut dengan bubuk coklat dan dilumuri dengan susu kental.

Nulis tentang makanan pas sedang puasa, enak!!  Oh iya saya juga punya kisah makan di restoran yang baru di buka, kalau saya ingat malah bawaannya senyum-senyum sendiri betapa idiot nya dulu. Baca seberapa idiotnya saya : Makan di restoran yang grand launching

Masih di Hangar Eating Point, di tempat itu juga kalian bisa bermain UNO stack (begini ya penulisannya?) lumayan seru dan mendebarkan. Sebelum pulang saya sempat berfoto dengan temboknya

jangan lupa bahagia

Jangan lupa bahagia kata si tembok, karena itu hidup saya menjadi lebih bahagia, ketika mengerjakan tugas saya bahagia, ketika tidur saya tidak lupa untuk berbahagia, bahagialah hidup saya haha🙂

Sekarang saya sudah menjalani kehidupan kuliah yang saya pikir lifestyle-nya lebih santai, ternyata tidak! Kalau ada yang bilang santai kuliah (apalagi di PNUP) itu adalah mitos. Sekali lagi saya mengingat kata si tembok “jangan lupa bahagia” sehingga apapun tugasnya, sesulit apapun saya tetap bahagia menghadapinya. Sehabis jam kuliah, saya bermain LOL bersama teman, sangat seru sampai membuat saya lupa waktu, lupa dunia yang sebenarnya.

Seiring berjalannya waktu, saya mengenal seseorang yang menurut saya, dia jago nulis dan mempunyai tekad yang kuat untuk sesuatu yang menjadi tujuannya, namun sedikit saya memperhatikan saat ini dia kurang bahagia, mungkin saya perlu mengajak dia makan di Hanggar Eating Point😀

Ups…Ini bukan promosi ya. Entah apa yang telah merasuki diri ini sampai datang mood menulis hal-hal gaje (ga jelas) seperti ini. Apakah hasbullah sang penulis akan kembali ? LOL

Jangan salah mengartikan kata si tembok “jangan lupa bahagia”. Bahagia itu tidak sendiri, bahagia adalah ketika kita dapat melihat dan ikut berbahagia bersama orang-orang yang dicintai. Bahagia di dunia itu perlu, tapi bahagia yang sebenarnya adalah bahagia dunia dan akhirat, coz I’m moslem, I have to be happy in 2 world.

Okay, saya mau membuat sebuah pengakuan yang tidak penting, sebenarnya saya mau menceritakan momen ketika saya cegukan di bulan puasa. Tapi karena intronya kepanjangan jadi saya post di judul yang lain Cegukan ketika berpuasa

2 thoughts on “Jangan lupa bahagia

Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s