Pasca PSG

Akhirnya setelah 10 minggu berlalu, aku dan teman kelompok psg ku telah banyak mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, mulai dari hal yang menyenangkan, mengasyikkan, menyedihkan, mengharukan. (Baca : pengalaman PSG ku)

PSG atau prakerin (praktek kerja industri) tidak berakhir begitu saja, ada laporan dan ujian yang senantiasa menunggu kami di depan. Ini dia salah satu hal yang membuat psg itu menyedihkan haha. Dimulai dari menyusun kerangka laporan yang membuatku merasa terbebani, namun karena ada mereka, teman-teman kelompokku yang baik membuat itu terasa mudah //uhukk menghibur diri.

Membutuhkan banyak pengorbanan untuk menyusun laporan, kenapa? Dimulai dari keluar rumah aku pergi ke salah satu toko elektronik dan it bersama dengan 1 teman yang hampir sekelompok denganku //gak ada hubungannya, kemudian lanjut ke rumah obam, disitulah tempat kami akan menyusun laporan, tapi tidak semudah yang kalian kira. Bukan cuma jarak, tapi aku harus menerjang hujan, melawan angin kencang, dan menaklukkan banjir dimana-mana untuk sampai ke rumah  obam. Nadia dan Laura juga sama berkorbannya. Peristiwa korban-berkorban ini terjadi pada hari minggu 4 Januari 2015.

Setelah menyusun laporan, sisanya kami menyelesaikan materi di rumah masing-masing dan sebagai finisher aku harus menyatukan semua materi, edit jika ada yang salah dari sampul hingga daftar pustaka. 1 minggu kemudian aku pergi ke rumah obam (lagi) sendirian lho. Aku nge-print laporannya disana, walau dengan tinta yang sekarat, obam’s printer ikut membantu dalam menyelesaikan laporan. Namun alangkah tidak beruntungnya, ketika dikumpul ke pihak sekolah ternyata masih banyak kesalahan yang mengakibatkan 3 x 88 lembar yang sudah diprint itu sia-sia (sebenarnya tidak sia-sia sih karena kertasnya masih bisa dipakai corat coret). Setelah di edit kembali, giliran printku lagi yang akan berkorban. Okeeh! Printku terisak-isak mencetak 3 jilid laporan //kasian.

Seperti tahun sebelumnya setelah melakukan prakerin, akan diadakan ujian meja 1 minggu setelah pengumpulan laporan. Sudah balik ke sekolah, kembali belajar seperti semula dapat tugas yang banyak seperti biasanya, ditambah lagi ujian meja. Walau hanya berlangsung selama sehari  tapi cukup memberikan tekanan pada kelompok kami. Mengapa? Bisa dibilang lokasi psg kami itu langka, jadi materi yang didapat juga langka dan alangkah sulit untuk dimengerti. Jadi sebagai kelompok psg yang baik kami harus saling mengajari //baca dalam hati.

Selama 1 minggu berlatih //ini mau apasih, tibalah waktu ‘ujian meja’. Saat kami masuk ke ruangan ternyata ada meja yang disediakan di depan kami, makanya namanya ujian meja. Presentasi oleh kelompok kami menurutku pribadi sudah baik. Sebelum masuk pintu, aku deg-deg an dan nafas terasa berat di dada berhubung aku juga sebagai moderator tapi pas di dalam ternyata suasananya santai aja kok. Btw, aku sempat fals wahaha //emang gua nyanyi apa di dalam

Selesai ujian meja, aku merasa ploooooong, nafas terasa lancar, yang tersisa adalah pelajaran sekolah, terkhusus kejuruan. Semoga aku sempat membuatkan tutorial di Tutorial Belajar Komputer.

Pengalaman PSG terakhir

Hai temen-temen kali ini aku mau cerita pengalaman terakhir ku di Semen Bosowa Maros dan merupakan lokasi psg ku yang terjauh dari rumah.

Hari pertama kami berangkat bersama, jadi kami ngumpul di rumah 1 orang teman dan berangkat bersama, diantar dan dijemput pula sama mama nya teman ku, di bosowa kami bertemu dengan anak PKL (sama artinya dengan PSG) dari Soppeng yang lebih dulu disitu, namanya Fajriyah.

Hari kedua, kami mendapat penginapan yang dekat dari Bosowa Maros, tempat kami PSG, rumahnya bagus dan fasilitas yang cukup memadai dan kami dapat menginap selama-lamanya (kalau boleh) disana. Hari kedua ini kami berangkat bersama dan teman ku (namanya Obam) yang nyetir, aku sangat deg deg an kalau teman ku yang nyetir, soalnya dia udah lama gak nyetir mobil, tapi alhamdulillah kami selamat sampai tujuan.

Selama 2 minggu ini kami bekerja sementara di luar kota, hidup mandiri gitu haha //eaa. Sepulang ngantor kami bergantian mandi, btw air di rumah tempat kami menginap tidak selamanya jalan terus, so kami harus hemat air. Sehabis mandi kami masak, haduh semuanya pada awkward kalau masak haha walaupun itu cuma masak indomie, menggoreng telur XD

Sempat ingat pas makan nasi goreng, dipaksa buka mulut untuk makan udang -_-

Di hari Jumat sore, kami balik ke makassar dulu ntar kembali lagi pas hari senin, minggu pertama berjalan sesuai yang semestinya pergi ngantor, pulang ngantor, makan, lalu tidur.

Hari senin kami balik ke Maros, suasana di minggu kedua ini agak beda, kami sudah terdesak dengan laporan, laporan harus selesai sebelum kami selesai PSG. Oh sedihnya karena 1 temanku (Laura) sakit jadi di hari senin dia tidak ikut ngantor, nanti di hari selasa baru jumlah kami lengkap seperti biasanya, ngantor bersama, makan bersama, tidur bersama //plak

Di hari selasa, bapaknya Nadia (teman ku) pulang ke makassar, Nadia ingin menjemput bapaknya yang di bandara, tapi yang nyetir Obam, kami berempat ikut dan aku lebih deg deg an karena teman ku yang nyetir ditambah sudah jam 9 malam. Salah satu teman ku belum makan malam, jadi kami singgah makan dulu ergh abis makan kami lanjutkan perjalanan ke bandara, di mobil aku main game (biar santai), dan tidak terasa udah sampai di bandara Sultan Hasanuddin, kami sempat mutar-mutar di bandara karena gak tahu dimana tempat parkir mobil haha lol. Sehabis itu kami berkeliling area bandara untuk mencari area penjemputan. Beberapa menit menunggu akhirnya bapaknya udah muncul di pintu, kami menyambut //okeh, kemudian pulang. Look at time! Sekarang larut malam, kami kembali ke maros dan tiba di rumah penginapan hampir jam 12 malam. Semuanya langsung tepar, terjun ke tempat tidur yang sejuk, kecuali aku dan Obam yang terjun ke lantai yang dilapisi karpet tipis.

Keesokannya hari rabu, berhubung besoknya natal jadi kami harus balik hari rabu. Sementara laporan harus segera di kumpul, hari terakhir yang sangat merepotkan, di hari terakhir ini aku juga bertemu dengan teman SMPnya mama ku. Lah terus..? Oke kami tetap balik ke makassar hari rabu. Sorenya habis ngantor, come back home… di tambah 1 penumpang (Fajriyah), kami pulang bareng dan sampai di rumah Obam sebelum magrib, alhamdulillah selamat. Sehabis magrib aku masih harus melanjutkan perjalanan ke rumahku, karena motor kusimpan dirumah teman, jadi melanjutkan perjalanan naik motor lah, fajriyah ikut. Aku gak tahu rumahnya di mana, aku tersesat (maklum bukan anak jalannya makassar) dan dia juga gak tahu daerah situ (maklum dia bukan orang makassar), tapi alhamdulillah karena instingku dan petunjukNya semuanya sampai dengan selamat.

Selama di bosowa, kami diberi fasilitas makan dan ibadah (Masjid), masih banyak tempat yang belum kami datangi, berhubung karena luasnya area Semen Bosowa Maros dan dibutuhkan juga pembimbing kalau ingin berkeliling area. Di Bosowa kami ditempatkan di bagian IT, jadi disuruh nginstall PC, perbaiki laptop (software), dan sharing printer. Kalau gak ada kerjaan kami sibuk dengan perangkat masing-masing, nonton youtube, main game, skype-an, dll. Kami satu ruangan dengan pembimbing kami, dipanggil pak Cawang, dia orangnya asik, santai, kadang melucu.

Obam, Nadia, Laura, makasih atas 10 minggunya, serunya, sedihnya, senangnya, harunya, mendebarkannya, sukanya, dukanya, membosankannya, penginapannya, masakannya, dan Fajriyah juga dengan ketawa cengingir nya itu.Semen-Bosowa-Maros

Pengalaman PSG lagi

Temen-temen kali ini aku mau ceritain pengalaman psg yang lainnya, kali ini pengalaman psg-ku bukan lagi karena sebuah misteri yang tak terpecahkan (baca : Pengalaman PSG) melainkan sebuah hal yang luar biaaaaassa.
//Kali ini saya menggunakan kata Aku. Semoga berhasil.

PSG itu sama dengan PKL (Praktek Kerja Lapangan) bagi anak SMK, istilah yang dipakai di sekolah ku PSG (pe es ge). Karena tempatnya diacak-acak tiap 2 minggu yah beginilah jadinya, belum beradaptasi udah pindah lokasi lagi.

Muncul pertanyaan dibenakku “sebenarnya ini psg atau liburan?”. Aku juga heran dari jam 8 sampai jam 4 kerjaannya duduk di tangga mulu. (maklum ditangga karena aku psg di mdf, search di google kalau gak tahu mdf). Ini terjadi di minggu pertama. Tapi aku membuat inovasi terbaru dan tren masa kini :D, di minggu kedua dari pagi sampai pulang aku nongkrong di wifi.id corner. Download anime, facebook-an, browsing ini dan itu.

Lagi ada kerjaan kk

Lagi ada kerjaan kk

Gak gitu juga sih, kalau ada kerjaan ya kami (aku dan temen) kerja kok, tapi kalau gak yah kalian bakal nemuin aku duduk di bawah tenda merah wifi.id corner haha. Duduk di wifi.id corner tidak semudah yang kalian kira, dimulai dari kaki yang tergenang air (banjir), seluruh kawasan wifi.id dikuasai oleh lalat dan asap rokok yang menusuk hingga paru-paru ku, belum lagi kalau hujan + angin kencang datang wah perjuangan banget harus melindungi si Leno ku dari percikan air.

Terus muncul pertanyaan susulan “begini ya rasanya kerja?”
Pertanyaan ini cukup membuatku bingung antara kuliah atau kerja dahulu, mungkin mentalku belum cocok untuk kerja mungkin? yah bagaimanapun pengalaman bisa menjadi mental booster, bagaimanapun aku tetap memikirkan bagaimana masa depanku nanti

Oh iya, aku masih sekolah lho! masih kelas 3 mengingat keadaan sekolah yang begitu nyaman dan waktu tidak terasa jika datang jam 7 pulang jam 5 sore (kadang sampai magrib) jika dibandingkan dengan psg lebih enak mana? sekolah atau psg? Hahaha XD

Oke sekian dulu cerita kali ini dariku, nantikan cerita selanjutnya pengalaman PSG antar kota

Pengalaman PSG

Saya mau berbagi cerita nih tentang PSG di kota Saya sendiri.

Sebelumnya Saya mohon maaf kalau pembaca kurang ngerti istilah apalah ini, itu 😀

Jadi begini, kami terbagi 2 kelompok dan tiap kelompok ada 4 orang, 4 orang dibagi lagi jadi berpasang-pasangan. Saya ditempatkan di bagian IT Support bersama 1 orang teman, minggu awal sih memang tidak kerjaan, bosan, yang ada cuma datang duduk mendownload nonton.
Kami selalu mengeluh
“beh apa dibikin selama 1 bulan disini?”
“deh tidak ada dibikin disini”
“masa begini terus ki sampai 1 bulan?”
Sampailah pada minggu ketiga, kami diberikan pekerjaan. Yah pekerjaaan.. dan bisa dibilang pembelajaran. Saat diberi kerjaan, kami yah ada perasaan senang “akhirnya dapat pekerjaan juga”
Tahu tidak pekerjaan apa? Install linux! Menurut anak TKJ sih itu bukan suatu hal yang sulit. Tapi kami mendapat masalah di awal job ini, mau tahu apa?
Berdasarkan pengalaman, Kami baru menginstall linux di Router! ROUTER Woi! Wah gilaa~
“Pak install dimana linux nya?”
“yah disini” sambil nunjukkin Router itu.
“hah? disini?” Kami sempat bengong.

Sun Microsystem X4100

Ini dia router yang pengen diinstal!

Kesan pertama lihat mana bisa router diinstalkan linux? tombol power-nya aja Saya gak tahu, tapi setelah Saya lihat-lihat wah ternyata dia ada hardisk, RAM, USB Port, VGA Port, layaknya seperti PC.
Sebelum menginstall Kami butuh installer, nah disini dapat lagi masalah kecil namun merepotkan juga. Ada 4 DVD-R kosong, kami disuruh copy Linux Redhat, melewati 12 Jam (mungkin) tidak ada DVD-R yang berhasil tercopy. Payah lu~ Akhirnya kami berinisiatif untuk membuat installer Linux Redhat via flashdisk 4GB. Setelah dicoba akhirnya berhasil.
Dalam pikiran Saya “haha lebih canggih gan disuruh pakai DVD malah flashdisk”. Karena cara menginstall linux semuanya hampir sama yah Kami menginstall mengikuti prosedur aja. Complete! Reboot Now! Katanya si Router yang berhasil diinstallkan Linux.
Timbul masalah baru lagi, setelah di reboot eh malah reboot terus sampai tidak berhenti kalau tidak matikan paksa.
Panik mode ON.
“Kenapa begini?”
“Apa masalahnya ini?”
Muncul pesan error “Multi bit ECC Error”, okelah~ Kami searching di google semua artikel berbahasa inggris, translate-nya dipaksain aja, ceritanya Kami punya deadline dalam pekerjaan ini jadi tidak bisa lama-lama.
Kata si google “RAM…RAM….” //wah kok langsung ingat nama panggilannya si Dia haha XD
RAM nya kedetect 4 GB, lah berarti RAM nya terbaca. Kenapa bisa RAM nya bermasalah? Kami melakukan aksi cabut mencabut, restart sana restart sini.
Sampai sekarang ini masih menjadi sebuah MISTERI! teman-teman ini sebuah MISTERI!!