One day trip in Liukang Loe Island

Hello pembacaku yang sudah jarang tersesat di blog ini, maaf seribu maaf karena aku kekurangan waktu untuk merawat 2 blog berhubung dengan studi ku di State Polytechnic of Ujung Pandang. Dibalik kesibukan itu aku kini membawa cerita untuk kalian.

Saat ini kehidupanku adalah kampus 80% dan rumah 20% berhubung ada server yang harus dijaga tiap malam agar tetap aktif walaupun itu sambil melakukan aktifitas lain seperti kerja tugas, eksplor sesuatu yang baru tentang studi ku, nge-youtube atau nge-LOL. Bersamaan dengan itu tentunya aku juga kuliah sama seperti yang lain tapi semuanya terlupakan karena satu hari liburan di Pulau Liukang Loe.

One day trip in Liukang Loe IslandTepatnya lokasi Pulau Liukang Loe berada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Aku pergi dengan 15 orang lainnya dengan Bus Pariwisata yang disewa seharga Rp 3.000.000 untuk satu malam itu sudah termasuk bensin.

Untuk sampai ke Pulau Liukang Loe, kami harus ke Tanjung Bira, Bulukumba dengan mengendarai Bus Pariwisata yang memakan waktu perjalanan kurang lebih 5 jam. Sesampai disana kami disambut oleh orang yang akan mengantar kami ke Pulau Liukang Loe.

Kami menginap di Wisma Liukang Loe yang dikelola oleh Pak Ramli, beliau adalah yang orang yang baik sebaik layanannya. Kami menyewa 5 kamar setelah terjadi cekcok kami dikasih Rp 2.000.000 ditambah dengan 2 perahu yang antar-jemput kami seharga Rp 600.000. Murahkan? Murah dong, sebanding dengan penginapan yang kami dapatkan. Tiap kamar memiliki tempat tidur yang empuk, AC dan kamar mandi yang airnya bisa tumpah-tumpah alias banyak serta di depan penginapan terdapat kran air untuk cuci kaki jika kita mau naik ke rumah biar tidak berpasir. Bukan cuma itu, penginapan tersebut langsung berhadapan dengan keindahan pantai.

One day trip in Liukang Loe Island

First impression when we arrive

Bagaimana dengan makanan? Hidangan makanan oleh Pak Ramli si pemilik Wisma Liukang Loe yaitu prasmanan, 1 orang dikenakan harga Rp 40.000. Mahal ya? Jika dibandingkan di makassar, harga segitu udah dapat makanan kelas atas. Hidangan makanan di pulau liukang loe terasa kita dibawa ke tempat asal kita, makanannya tradisional banget pokoknya.

Sesampai di tanjung bira, kami harus menaiki perahu untuk sampai ke Pulau Liukang Loe yang memakan waktu 20 s/d 30 menit. Terakhir kali aku naik perahu pas masih kecil, ingatanku masih samar-samar perasaan ku kurang enak entah karena lagi butuh makan atau mabuk laut.

Saat sampai, kami Pak Ramli dengan gaya khasnya menyambut kami di pinggir pantai dengan meja-meja yang sudah tersusun untuk tempat kami makan. Setelah menunggu cahaya matahari tidak panas kami siap terjun ke lautan pasir putih.

Bersamaan dengan itu, ada sekumpulan turis yang lebih dulu datang di dalam hatiku “aku harus berbicara dengan salah satu diantara mereka”. Kondisinya aku menendang bola tidak sengaja ke tempat turis tersebut berendam and i’m coming.

“where are you come from?”
“Spain”
“You know despacito?”
“Yes, i know….” kemudian dia menjelaskan bahwa despacito adalah bahasa Spanyol namun lagunya berasal dari Amerika. Aku juga tidak tahu pasti, yang penting aku sudah berbicara dengan mereka.

One day trip in Liukang Loe Island

Talking with tourist from Spain

Kemudian aku lanjut bermain dengan yang lainnya, lalu aku melihat salah satu 1 turis yang merupakan teman turis yang kuajak bicara diawal, aku memberanikan diri untuk mendatanginya kemudian menanyakan banyak hal kepadanya. Dia bernama Hoan (43 tahun) adalah guru fisika, tepatnya dia berasal dari Madrid. Ternyata setelah dari bulukumba dia akan ke Bali lalu pulau komodo.  Setelah lama berbicara, mereka mau kembali ke Tanjung Bira karena dia menginap disana, sebelum berangkat aku mengajak salah satu turis cewe berbikini untuk foto namun tidak tersave itu 1 hal yang membuatku kesal.

Di malam hari, aku dan teman-teman menikmati bintang yang berhamburan di langit dan angin laut yang begitu menusuk. Tidak kuat, jadi aku masuk ke penginapan karena aku sudah lelah berenang part 1.

DSCF4845

Keesokan hari, kegiatan diawali dengan bermain bola dan aku adalah bagian pengambilan gambar dan video 😀 . Sebelum hari mulai panas aku dan teman-teman pergi ke dermaga karena disana ada penangkaran penyu. Untuk masuk berenang bersama penyu kami dikenakan biaya Rp 10.000 per orang, oke ini adalah berenang part 2. Kondisinya sama seperti kolam renang namun di dalamnya terdapat ikan warna-warni, lobster dan tentunya ada penyu besar, saking beratnya aku tenggelam jika bertumpu dengannya.

Setelah capek dari penangkaran penyu, terakhir adalah banana boat. Pak Ramli menghubungi rekannya yang ada di Tanjung Bira untuk datang ke pulau. Dikenakan biaya Rp 200.000 / 6 orang. Aku baru pertama kali mencoba banana boat dan tidak pakai pelampung karena cuma ada 5 pelampung, berhubung aku jago berenang eaaa. Sialnya orang yang menarik kami memang sengaja menjatuhkan kami ditengah laut, 1 hal yang membuatku kesal karena rekamanku pas jatuh tidak tersave. Disitulah aku lelah untuk terus bertahan mengapung tengah laut, ini adalah berenang part 3 ku.

Untitled-1

Liburan sudah hampir berakhir, sudah siang dan cahaya matahari mulai membakar kulit. Aku mandi dan makan terakhir di Pulau Liukang Loe benar-benar tidak bisa gerak karena porsi yang pas. Setelah makan kami kembali ke Tanjung Bira, ombak lumayan tinggi dan aku benar-benar menikmati hamparan lautan luas yang terpikirkan “benar-benar kuasa mu ya Allah” kemudian aku membayangkan “bagaimana jika aku sendiri yang berenang di tengah laut biru gelap yang sedang kulewati sekarang, sanggupkah?”.

Di perjalanan pulang, kami sempatkan untuk singgah di Pantai Marina, Bantaeng tapi perasaan ku mengatakan biasa-biasa saja, mungkin perasaanku masih di Liukang Loe. Perjalanan panjang aku tertidur pulas di mobil.

Advertisements

Pengenalan kehidupan kampus dan Diksarlin PNUP

Inilah kisahku di awal ketika mendapat sebutan maba yaitu mahasiswa baru. Setelah perjuanganku menunggu banyak pengumuman (Baca : Menjadi maba di PNUP) baik snmptn, sbmptn, jalur mandiri, pmdk maupun umpn. Di antara banyak jalur aku lulus di jalur umpn itupun aku lulus cadangan :’)

Aku mulai pra ospek pada tanggal 20 saat itu banyak hal yang disampaikan mengenai persiapan ospek esok hari hingga selesai. Eh kalau di politeknik negeri ujung pandang istilahnya bukan ospek, tapi pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (pkkmb). Haha tapi bagiku sama saja cuma namanya saja yang berubah.

Aku mulai pkkmb pada tanggal 22 s/d 24 Agustus 2015. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, anggota-anggotanya berasal dari jurusan yang berbeda-beda seperti teknik elektro, mesin, akuntansi dan lain sebagainya. Juga, yang menjadi mahasiswa baru berasal dari luar Makassar. Banyak logat yang beraneka-ragam masuk ke telinga ku, ada yang asing maupun tak asing kudengar tapi itu tidak menjadi masalah bagiku karena yang penting kami bisa saling berkomunikasi dengan baik.

Hari pertama (tanggal 22) kami dikumpulkan di lapangan merdeka pertanda dibukanya acara setelah itu kami diarahkan ke ruangan bersama kelompok yang sudah ditetapkan sebelumnya, topik yang mengisi hari kami adalah peraturan dan tata tertib kampus, ekstrakurikuler, kemahasiswaan, perpustakaan mulai pagi hingga sore. Aku merasa ngantuk sekali untungnya kami dibagikan makanan 3x dalam sehari (2x snack dan 1x makan siang)

SMK Telkom in PNUP

SMK Telkom in PNUP

Hari kedua (tanggal 23) kami dikumpulkan di aula. Mau tahu materinya membahas mengenai apa? Yap! Menurutku ini topik yang menarik dan paling aku tunggu-tunggu yaitu pengenalan Organisasi dan UKM. Contohnya seperti DEMA, BEM, UKM bahasa, seni, olahraga, pencinta alam, tae kwondo dan masih banyak lagi yang membuatku bingung mau ikut UKM apa nanti. Nanti? Ya! Kami mahasiswa baru boleh ikut UKM ketika semester 2. Jadi, aku harus sabar

Hari ketiga (tanggal 24) kami dikumpulkan di aula sebagai lanjutan pengenalan UKM yang belum sempat diperkenalkan di hari sebelumnya kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jurusan. Kami semua diarahkan ke masing-masing jurusan. Aku berada di jurusan elektro. Dari gosip yang sering beredar kalau tiap penerimaan mahasiswa baru, ospeknya jurusan elektro yang paling keras. Mungkin gosip yang beredar menggunakan majas hiperbola, tapi kenyataannya kami diarahkan ke lapangan dekat jurusan elektro, disitu kami diberikan pengarahan, disuruh baris membentuk huruf HME yang merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Elektro, kami diperlakukan dengan tegas, disuruh push up dan disuruh tunduk merupakan perlakuan senior agar junior tidak melawan kepada senior, menurutku cara itu kurang tepat karena berbicara tentang kedisiplinan tiap individu, tidak bisa dilakukan dalam waktu 1 atau 2 hari saja dan tentunya kemauan untuk berdisiplin berasal dari kesadaran masing-masing individu. Tapi menurutku itu yang senior lakukan ketika sudah menjadi senior, sama juga ketika aku menjadi senior tentunya ingin dihargai. Junior menghargai senior dan senior menyayangi junior.

Hari keempat (tanggal 25) kegiatan selanjutnya adalah pesantren kilat. Suasana terasa berbeda karena kegiatan dilakukan di masjid yang berada di PNUP. Adapun materi yang aku dengarkan adalah menuntut ilmu, ajaran sesat, problematika remaja. Kegiatan berlangsung sampai sore (setelah sholat ashar) setelah itu, kami dikumpulkan di halaman parkir untuk menunggu mobil jemputan dari Yonif 700/ Raider. Disanalah aku dan teman seangkatan akan didiksarlin (Pendidikan dasar dan kedisiplinan).  Sambil menunggu mobil, tentara yang sekaligus akan menjadi pelatih kami telah mengambil alih suasana yang sebelumnya tidak terlalu tegang berubah 180 derajat. Semua maba berubah menjadi tentara.

“Siap jelas!”

“Siap hadir!” dengan nada suara yang tak disimpan simpan lagi.

Mulai tanggal 25 tepatnya hari selasa sore kami telah diambil alih untuk dididik oleh tentara dari Yonif 700.Sesampai di markas Yonif 700/ Raider, kami diarahkan menuju ke tenda masing-masing dengan berjalan cepat, kadang juga berjalan jongkok dan lari. Perkenalkan aku dan teman-teman dari Peleton 1 Kompi A Batalyon 2 dan nama pelatih kami adalah Sumarlin

Kami sudah berada di dalam markas, aktivitas pertama kami disuruh berbaris yang rapi dan memilih kepala suku, aku hanya sebagai anggota biasa, setelah baris yang rapi kami diarahkan menuju ke rukan (rumah makan). Suasana makan malam kali ini terasa berbeda dari hari sebelumnya karena kami disuruh baris, kemudian duduk yang super rapi, tidak ada suara bahkan tidak boleh ada yang lebih dulu makan. Inilah adab makan ala Yonif 700 yaitu cepat senyap tepat yang harus kami biasakan ketika makan di dalam markas Yonif 700.

Makan di rukan Yonif 700/Raider

Makan di rukan Yonif 700/Raider

Setelah makan kami baris lalu menuju ke depan tenda masing masing kami diberi arahan oleh pelatih kami sampai jam 10 malam. Aku sudah lelah karena dari pagi tubuh ini aktif terus. Sebelum tidur, kami membuat sistem susun jaga dimana kami bergantian nge ronda tiap 30 menit hingga jam 5 subuh.

Kami pergi sholat subuh secara berkelompok tentunya dalam bentuk barisan dan dilengkapi dengan yel yel, bukan cuma sholat subuh tapi keempat waktu sholat lainnya, ketika makan, sebelum tidur dan bangun tidur pun kami harus dalam bentuk barisan.

Kami melakukan apel pagi

Kami melakukan apel pagi

Jika ada yang ingin izin untuk ke kamar mandi, kami harus meminta izin pelatih dan minimal ditemani oleh satu orang teman. Aku pribadi, dalam 4 hari 4 malam hanya 3x buang air besar, sedangkan buang air kecil tak mencapai 5x padahal aku banyak makan dan minum. Kemungkinan semua airnya keluar melalui keringat. Oh iya, disini yang namanya air minum sangat kurang. Bayangkan ada 1000 orang sedangkan stok air minum yang disediakan cuma 3 ember besar. Itupun kala isinya 2x sehari semalam walaupun di kantin disediakan air minum tapi dikenakan tarif Rp5000 sedangkan harga pasaran cuma Rp3000. Kadang aku beli air di kantin kadang kalau aku sudah merasa sangat haus ketika wudhu sekalian juga kuminum air yang keluar dari kran air. Bukan cuma aku, tapi beberapa teman yang aku tanya pernah melakukan hal yang sama. Itu karena rasa haus yang tak terbendung.

Beberapa momen yang tak bisa kulupakan yaitu ketika jurit malam, ketika renungan dan ketika makan di rukan.

Batalyon 2 mendapat giliran pertama untuk melakukan kegiatan jurit malam pada pukul 10 malam sedangkan Batalyon 1 diserahkan ke pelatih masing-masing entah itu mempermantap yel-yel mereka ataupun hal lainnya.

Batalyon 2 terdiri dari beberapa kelompok dan tiap kelompoknya dibagi lagi menjadi 3 kelompok kecil, kami diberikan sebuah kode yaitu berupa kalimat. Intruksinya adalah jangan sampai kode tersebut bocor kecuali di pos terakhir, yaitu pos ke 5 yang bertempat di lapangan. Aku dan 8 orang lainnya mulai berjalan mengikuti tali sebagai petunjuk yang dibuat oleh pelatih, kami saling berpegangan tangan agar kami tidak terpisah karena malam begitu gelap. Kami melewati hutan, rumah kosong, pohon-pohon lebat ditambah suhu malam yang terasa dingin dan mencekam. Di pos pertama kami dipaksa membocorkan kode tersebut oleh para penjaga pos, kami dibujuk namun kami ngotot untuk tidak memberitahukannya, setelah itu kami dibiarkan lewat dan menuju ke pos 2. Kami juga dipaksa untuk membocorkan kode tersebut namun pada akhirnya kami memberikan mereka kode palsu. Tetap saja kami disuruh turun ke kolam untuk membasahi pantat masing-masing dan kami disuruh membuka baju kemudian baru bisa menuju ke pos 3. Di pos 3 kami dipaksa membocorkan kode tersebut sama seperti pos sebelumnya, kami disuruh guling-guling di tanah baru bisa menuju ke pos 4. Di perjalanan menuju pos ke 4, tali yang kami ikuti tiba-tiba terhenti alias terputus di tengah jalan.

BAAANGG!!

Aku kaget dan berteriak “Aaaaaaa” karena tiba-tiba ada orang yang muncul dari rumah kosong dimana kami terhenti. Setelah dikagetkan, kami diberikan petunjuk menuju pos selanjutnya, yang bernama pos penciuman. Di tengah gelap malam, kami dipaksa untuk membocorkan kode tersebut namun karena kami tetap bersikeras untuk tidak melakukannya, kami disuruh mencium bau benda. Ada 1 benda yang menjadi misteri diantara kami, aku mengatakan bau itu adalah bau gula merah, ada juga yang mengatakan bau terasi dan terakhir ada yang mengatakan bau itu adalah bau tai sapi.

Dalam hati aku berkata “Haaaa?? Masa iya sih itu tai sapi, tapi mirip bau gula merah? Sialaann kami dikerjain!” Nasi sudah menjadi bubur aku tak acuh mau itu gula merah, terasi ataupun tai sapi udah terlanjur aku cium baunya. Setelah melewati pos penciuman tibalah kami di pos ke  5 yang merupakan pos terakhir, disana kami mendapati pelatih kami yang menyuruh kami membocorkan kode tersebut, tapi entah kenapa diantara 9 orang cuma 1 yang tidak kompak yang membocorkan kode tersebut. Padahal semestinya di pos ke 5 kode tersebut harus dibocorkan, alhasil 1 orang yang membocorkan kode tersebut dibiarkan istirahat dan 8 orang termasuk aku dihukum di tengah lapangan, tanpa memakai baju. Bukan cuma kami tapi dari kelompok lain cukup banyak yang tetap tidak membocorkan kode tersebut. Kata pelatih kami “Kalian bodoh, bahkan pada sekutu kalian tidak memberikan kode tersebut, kalian pengkhianat!”. Mungkin kami trauma di keempat pos kami bersikeras bahkan di pos kelima juga kami tetap bersikeras untuk tidak membocorkan kodenya. Akhirnya jurit malam telah selesai, kami kembali ke tenda pukul 2 dini hari.

Lain cerita pada malam renungan, malam itu merupakan malam terakhir kami di markas seusai semua kegiatan baik itu baris berbaris, tali temali yang penerapannya seperti menyebrangi sungai dengan menggunakan tali, penyampaian materi mengenai rela berkorban, pengenalan senjata dan lain sebagainya. Jadi, kami sekelompok kompak untuk mandi bersama yang lokasinya tidak jauh dari tenda. Aku pikir malam ini akan menjadi malam tidurku yang nyenyak karena jam 10 sudah diperintahkan untuk tidur dan tidak diberlakukannya sistem susun jaga, karena para pelatih kami yang menggantikan kami untuk menjaga tenda kami.

Aku sudah memasuki alam bawah sadarku, aku sudah bermimpi. Tiba-tiba aku terbangun, lampu tenda mati, suara tembakan yang berasal dari luar tenda dan sirine yang berbunyi keras “Ada apa ini? Diluar terjadi perang, wah aku lagi dimana? ini nyata atau cuma mimpi?”

Terdengar dari luar tenda “bangun!!!” aku bergegas memakai sepatu dan keluar tenda mungkin kami semua akan diikutsertakan dalam perang. Ketika di luar tenda, kami saling bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Aku pikir memang kami dibangunkan untuk perang, ternyata tidak. Kemudian aku pikir karena hari terakhir jadi kami dibangunkan untuk sholat subuh dengan cara seperti ini, tapi waktu masih menunjukkan pukul 11 malam. Sebenarnya tujuannya adalah untuk perenungan, kami berbaris lalu menuju ke lapangan untuk melakukan perenungan baik itu kepada orang tua maupun bangsa dan negara. Aku tidak bisa merenung karena sangat ngantuk bahkan aku sempat ketiduran. Terakhir kami disuruh berbaris untuk mencium sang merah putih dan kembali ke tenda.

Renungan malam, selamat malam!

Renungan malam, selamat malam!

Tepat pada hari sabtu tanggal 29 Agustus yang merupakan hari terakhir, kami melakukan aktivitas seperti biasa sholat subuh, makan pagi kemudian melakukan persiapan untuk penutupan. Setelah penutupan kami sekelompok berfoto bersama dengan pelatih kami, setelah itu kami makan siang, kali ini makan siang terasa sangat nikmat karena tidak ada batas waktu, hiburan dari para pelatih dan beberapa dari peserta diksarlin yang disuruh naik ke panggung untuk berjoget dan bernyanyi.

Platon 1 Kompi A Batalyon 2

Platon 1 Kompi A Batalyon 2

Waktu menunjukkan 14.00, Truk yang membawa kami ke markas Yonif 700/ Raider telah tiba untuk membawa kami pulang kembali ke Politeknik Negeri Ujung Pandang secara bergiliran, berhubung jumlah truk yang tidak seimbang dengan jumlah peserta diksarlin tentunya kami harus menunggu giliran. Selamat tinggal Yonif 700

Kami diberikan pengarahan sebelum penutupan

Kami diberikan pengarahan sebelum penutupan

Terima kasih untuk pelatih kami, pihak politeknik negeri ujung pandang, kakak senior terkhusus untuk KSR PMI yang ikut berpartisipasi membantu dalam hal kesehatan.

Diksarlin PNUP 2015

Makan di restoran grand launching

Teman-teman aku mau cerita nih (kali ini saya menggunakan aku lagi) sebuah pengalaman makan di restoran grand launching yang menurutku lucu.  Sekedar pembuka, sambil nunggu pengumuman hasil tes perguruan tinggi, aku mengisi waktu bekerja di salah satu anak perusahaan Telkom bagian gangguan jaringan internet.

Ceritanya aku dan temanku (dipanggil : ito) lagi dapat gangguan di kantor SPBU, setelah memecahkan gangguan aku dan temanku merasa lapar, yah bukan merasa lagi tapi memang LAPARRR. Ketika mau nancap gas aku lihat restoran yang sedang grand launching di seberang kantor SPBU. Kalau di game istilahnya close beta. Biasanya kalau game lagi close beta banyak event yang unik.

“ito ayo makan disana! Biasanya kalau restoran grand launching makanannya gratis ” ajak aku.

“kalau makanannya mahal kita pura-pura aja cari teman” lanjutku lagi.

Okedeh.. kita menuju ke seberang dan memarkir motor. Terlihat di balik pintu kaca ada beberapa pelayan yang sedang menunggu kita.

Perasaanku deg deg an…. apakah ini yang namanya cinta 😀  ?

Dengan dibukakannya kami pintu dan dilontarkan ucapan selamat datang, kami diarahkan langsung ke tempat duduk. Dengan tampang yang sok berduit lah ceritanya. Mengenakan sandal, celana jeans, jacket, dan wajah yang keliatan berkeringat.

Kami duduk di salah satu meja kosong, terlihat ada 2 meja lainnya yang terisi oleh pelanggan juga. Beberapa detik duduk, kami diberikan menu. Sembari melihat menu yang lezat dan menggiurkan aku tertawa cengingir “hihihi” sambil melirik temanku, Ito!

Sialan juga nih menu makannya, aku cari harga yang paling murah aja kok susah ya, semuanya harga 50 ribuan ke atas. Hahahaha ini baru makanan.

Aku dan temenku hanya bisa menatap lama menunya, sebenarnya yang buat lama mikir karena aku lagi mencari makanan yang membuat rasa lapar ini hilang dengan harga yang terjangkau dompet.

Dalam hatiku “mana nih makanan gratisnya?”

Sementara itu, pelayan masih menunggu pesanan yang kami mau. Haha serasa diintimidasi ya. Sepertinya pelayan tersebut mengerti dompet kami berdua, ia memberikan selembaran brosur yang isinya diskon 30% all item.

Kode mata yang kukirimkan ke Ito tersampaikan. Ito pesan nasi goreng harga 30 ribuan dan yah aku ikut aja deh daripada kebocoran. Nih baru makanan, gimana dengan minum? Tentu saja kami mencari harga termurah.

Air mineral? Wah buset dah nih air mineral atau apaan kok mahal.
Ito memesan jus jeruk dengan harga 15 ribuan, biar keliatan elit nih aku gak mau pesan air mineral dan gak mau terkesan ikut-ikutan dengan Ito, akhirnya aku memesan Espresso yang harganya 17 ribuan.

Setelah itu, pelayan beranjak dari meja kami bersama menu makan dan minum yang kami pesan. Ito yang duduk disamping kiriku lagi menghitung menggunakan kalkulator di hp nya jumlah harga pesanan yang akan dibayar setelah dikenakan diskon 30%

Aku hanya tertawa hahahahahaha Kirain gratis eh iya sih gratis 30%.

Lama menunggu, pesanan kami telah tiba. Nasi goreng yang indah keliatan membuat kami segera memakannya dengan lahap //jangan lupa baca doa ya!

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Nih yang jadi masalah adalah…Espresso yang aku pesan. Haha aku yang selama ini jarang minum kopi, kenapa pesan Espresso? Ada 2 gelas yang diberikan oleh pelayan. Gelas pertama berukuran besar yang berisikan Air putih dan es batu sedangkan gelas kedua berukuran kecil yang berisikan larutan kopi yang keliatannya enak. Aku ngebayangin kalau Espresso itu sama rasanya dengan permen Kopiko, ternyata pahit!! Asli pahit rasanya. Haha jangankan rasa, cara minum espresso aja aku ga tau ye.

“Aku minum yang di gelas kecil dulu, baru gelas besar? Atau gelas kecil yang berisi espresso dicampur ke dalam gelas yang berisi air?” Pikirku gitu.

Selama makan gua terus kepikiran gimana caranya minum tuh Espresso, kok pahit sih? Nda ada gula nya ya? Aku mau minta gula sama pelayan tapi Ito bilang kalau kopi memang begitu, pahit.

Selesai makan, aku searching google “Cara minum espresso” hahah sialan mungkin aku ditertawain sama si om google, kok gak dapat sih caranya. Akhirnya temanku ito yang mencampurkan larutan Espresso ke dalam air. Pahit! Pahit!! 17 ribuan ku rasanya pahit bener.

Sambil nonton youtube di hp aku meminum Espresso dengan wajah terlihat sangat menikmati but lie. Haha

Sumpah pahit!

Setelah habis, aku dan temen ke kasir kemudian keluar dari restoran tersebut. Aku ga mau melirik ke kaca restoran itu, segera aku tancap gas dan ketika restoran itu gak keliatan gua tertawa HAHAHA di motor sama temen ku.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah “Makanan gratis ga ada di restoran manapun walaupun itu grand launching, ga ada tuh. Hati-hati penipuan teman teman!”

Sudut pandang jurusan TKJ – SMK Telkom

Hai semuanya, ketemu lagi dengan saya. Kapan yah saya terakhir nge post disini? Sudah lama sekali, saya juga kangen sama blog ini. Udah banyak sarang laba-laba, debu dimana mana, koment orang ga dibales, tangan merasa kaku gak pernah ngetik banyak-banyak lagi 😥

Kembali lagi dengan saya dengan cerita baru, baru mau cerita sekarang sih. Saya mau skefo (sekilas info) kenapa saya bisa ngilang dari blog ini. Pembaca tahukan kalau tahun ini masa SMK saya sudah berakhir di tahun 2015 ini 😥 Entah saya harus berperasaan senang atau sedih. Saya sempat ngilang karena ada tembok besar yang harus dihadapi untuk keluar dari kawasan SMK Telkom Makassar.

Post kemarin saya menceritakan tentang prakerin, masa masa santai //plak, bisa panjangkan rambut, ga ada tugas, ga ada ujian. Yah tapi setelah prakerin semuanya berakhir. Meja menunggu kami, itulah namanya ujian meja, yang menguji kami adalah Meja. M E J A A A. (Yuk baca disini : Masa masa PSG)

Setelah ujian meja, saya pikir bisa bersantai sedikit. Tidak!

Sebaliknya, masih ada semester 6, saya masih belajar seperti biasa. Kejuruan makin menjadi jadi, pelajaran lain juga ikut mendukung.

Mengenai kejuruan, di semester 6, di kelas, dibagi menjadi beberapa kelompok pinguin (baca: linux), ada yang debian, slackware, dan centOS (gw disini haha). Tugas kami sederhana, merancang dan membangun server. Kami harus bekerja sama agar bisa lulus bersama. Sebagai orang yang agak tahu menahu tentang linux //sok Saya seperti merasa memiliki tugas untuk mengajari anggota anggota pinguin. Ada anggota kelompok yang cuek, takut remedial, dan lain sebagainya. Awalnya mereka hanya mengandalkan saya //maaf kalau saya kegeeran, kalau saya ada di kelompok tersebut maka lulus itu jadi hal mudah. Alhasil kita tidak lulus. 1 kelompok mendapat nol. ENOOLL!

Saya buat grup chat, saya bilang gini  :

Halo kelompok Centos :v
bagaimana ini kelompok nya?
masa bodoh ki sampainya ujian kompetensi ? :v
haha cuek semua ki belah tidak ada yang peduli :v
saran ku : bagus nya kalau tiap hari sabtu atau minggu adakan belajar kelompok di rumahnya siapakah,
terserah ji saya, tapi bagusnya kalau rumahnya yang bisa dijangkau semua
kalau cuma 1 atau 2 orang ji yang peduli… yah ikut ikut ma juga tidak peduli.
*sorry spam
bukan ji saya egois sapa tahu kalian merasa dipaksa toh.

Entah mereka pikir saya bagaimana, terserah! Saya sempat bermasa bodoh, nda peduli. Kemudian, beberapa teman ada yang respon, dari responnya saya bersemangat //eaa saya mengajari satu per satu dengan cara saya, dengan cara yang mereka bisa paham. Saya ajari satu teman, dan teman yang sudah diajar mengajari teman yang lain, saling bertukar pikiran ketika ip address tak mau terganti, client tidak dapat dhcp, dns server nya gagal hahahaha dan masih banyak masalah lainnya.

Masa masa inilah masa yang dimana kami harus pulang malam (jam 7 s/d 8), ini baru server lho, belum lagi ada java, autocad. Sumpah! Kalau ga kuat mending lo out dah dari smk telkom. Entah sejak kapan anak TKJ nya berubah menjadi masokis! Tahan siksaan, banyak ngeluh tapi tetap aja dikerjain tuh tugas merepotkan aneh kan? Itu karena kemasokisan yang luar biassa.

Semakin dekat ujian kejuruan, semakin masokis anak TKJ nya. Pulang jam 10 malam. Hari sabtu yang semestinya free, hari minggu yang semestinya tanggal merah tidak berlaku untuk kami, kita, saya. Keep Schooling!

Tapi ada bahagianya juga kok, bisa main badminton sampai keringatan, main basket juga, makan gorengan sama-sama, dapat nol sama-sama, deg deg an bersama, dan antarin si dia pulang ke rumah (?)

Ujian demi ujian mendekat. UAS, Ujian kejuruan, Ujian spesial from pak Adi, Ujian Nasional. Semua terlewatkan!

pcrouter smk telkom

Kelompok PC Router. Waktu itu masih kelas 2

razia rambut

Kalau ini baru memasuki kelas 3. Eh razia rambut, saya malah yang first blood

selfie di kelas

TEKAJE21 SMK Telkom Makassar

Foto Bersama. Hari ini bertepatan juga dengan giliran kelompok CentOS untuk Ujian Spesial from pak Adi

Selfie TKJ21

Hahaha 😀

Spesial for pak Adi :

  • Makasih atas ilmunya
  • Pretestnya yang membuat kami begadang, mencari tumbal, dapat monyet, harus joget joget dulu biar dapat attempt, harus push up dulu biar dapat attempt, keliling lapangan pula. (Tapi saya ga pernah joget, push, maupun keliling lapangan HAHA)
  • Rumahnya yang di sudiang senantiasa ramai saat saat remedial
  • Persiapan kelas ala militer yang tiap kali masuk/keluar kelas jantung ini deg deg an mulu (Saya juga ga pernah dapat giliran mempersiapkan kelas)
  • Membersihkan kelas sebersih-bersihnya, debu 1 butir yang awalnya tidak ada menjadi ada.

Pasca PSG

Akhirnya setelah 10 minggu berlalu, aku dan teman kelompok psg ku telah banyak mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, mulai dari hal yang menyenangkan, mengasyikkan, menyedihkan, mengharukan. (Baca : pengalaman PSG ku)

PSG atau prakerin (praktek kerja industri) tidak berakhir begitu saja, ada laporan dan ujian yang senantiasa menunggu kami di depan. Ini dia salah satu hal yang membuat psg itu menyedihkan haha. Dimulai dari menyusun kerangka laporan yang membuatku merasa terbebani, namun karena ada mereka, teman-teman kelompokku yang baik membuat itu terasa mudah //uhukk menghibur diri.

Membutuhkan banyak pengorbanan untuk menyusun laporan, kenapa? Dimulai dari keluar rumah aku pergi ke salah satu toko elektronik dan it bersama dengan 1 teman yang hampir sekelompok denganku //gak ada hubungannya, kemudian lanjut ke rumah obam, disitulah tempat kami akan menyusun laporan, tapi tidak semudah yang kalian kira. Bukan cuma jarak, tapi aku harus menerjang hujan, melawan angin kencang, dan menaklukkan banjir dimana-mana untuk sampai ke rumah  obam. Nadia dan Laura juga sama berkorbannya. Peristiwa korban-berkorban ini terjadi pada hari minggu 4 Januari 2015.

Setelah menyusun laporan, sisanya kami menyelesaikan materi di rumah masing-masing dan sebagai finisher aku harus menyatukan semua materi, edit jika ada yang salah dari sampul hingga daftar pustaka. 1 minggu kemudian aku pergi ke rumah obam (lagi) sendirian lho. Aku nge-print laporannya disana, walau dengan tinta yang sekarat, obam’s printer ikut membantu dalam menyelesaikan laporan. Namun alangkah tidak beruntungnya, ketika dikumpul ke pihak sekolah ternyata masih banyak kesalahan yang mengakibatkan 3 x 88 lembar yang sudah diprint itu sia-sia (sebenarnya tidak sia-sia sih karena kertasnya masih bisa dipakai corat coret). Setelah di edit kembali, giliran printku lagi yang akan berkorban. Okeeh! Printku terisak-isak mencetak 3 jilid laporan //kasian.

Seperti tahun sebelumnya setelah melakukan prakerin, akan diadakan ujian meja 1 minggu setelah pengumpulan laporan. Sudah balik ke sekolah, kembali belajar seperti semula dapat tugas yang banyak seperti biasanya, ditambah lagi ujian meja. Walau hanya berlangsung selama sehari  tapi cukup memberikan tekanan pada kelompok kami. Mengapa? Bisa dibilang lokasi psg kami itu langka, jadi materi yang didapat juga langka dan alangkah sulit untuk dimengerti. Jadi sebagai kelompok psg yang baik kami harus saling mengajari //baca dalam hati.

Selama 1 minggu berlatih //ini mau apasih, tibalah waktu ‘ujian meja’. Saat kami masuk ke ruangan ternyata ada meja yang disediakan di depan kami, makanya namanya ujian meja. Presentasi oleh kelompok kami menurutku pribadi sudah baik. Sebelum masuk pintu, aku deg-deg an dan nafas terasa berat di dada berhubung aku juga sebagai moderator tapi pas di dalam ternyata suasananya santai aja kok. Btw, aku sempat fals wahaha //emang gua nyanyi apa di dalam

Selesai ujian meja, aku merasa ploooooong, nafas terasa lancar, yang tersisa adalah pelajaran sekolah, terkhusus kejuruan. Semoga aku sempat membuatkan tutorial di Tutorial Belajar Komputer.

Happy New Year 2015

Yeey Happy New Year 2015.

“Uh tahun baru lagi yah? Cepet amat!” 

Tidak terasa udah tahun 2015 “Cielaah emang tiap tahun kalau pergantian tahun, kata favorit itu tidak terasa ya“.

Ehmm.. di tahun 2014 banyak hal yang sangat tidak saya duga, dan begitu berkesan di hati dan pikiran.

Di sisi sekolah, kegiatan dan aktivitas saya seperti tahun sebelumnya selalu direpotkan dengan pelajaran kejuruan, yah memang begitu ciri khas TKJ di SMK Telkom Makassar. Guru kejuruan saya, membuat inovasi baru dengan istilah “pretest”, itulah yang membuat kami siswa/i TKJ sampai harus bermalam minggu di depan laptop masing-masing sambil menjawab soal pilihan ganda yang banyak pengecohnya, soal isian yang isinya tidak sembarangan, soal checklist yang sangat membingungkan. Berkat pretest itulah mental-mental para pelajar semakin terlatih (ataukah tertekan?), semakin remedial semakin susah untuk lulus, itulah prinsip kejuruan di SMK Telkom //cie promosi sekolah. Itu baru kejuruan, masih ada pelajaran lain yang sama menyiksanya kok.

Di sisi kegiatan, di tahun 2014 saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan pre test,  nonton anime, dan menggambar mewarnai (using paint tool SAI). Ehm.. simak dibawah ini :

2014 Art Summary.
Ikut-ikutan bikin beginian, bingkainya juga terlalu rapi
1. Januari : disuruh buat desain spanduk untuk acara sekolah (Maulid) job ini berawal dari kelas 1 disuruh buat desain spanduk untuk acara pentas seni sekolah, sampai kelas 2 :’)

2. Februari : disuruh bikin poster mengenai valentine, ada deadline nya jadi saya kerjanya sampai begadang

3. Maret : Tidak ada yang nyuruh, saat itu saya abis buka artikel darisribu.com jadi iseng-iseng buat logo, ceritanya nih lagi termotivasi dari artikel

4. April : tertarik dengan yang namanya WPAP, baca artikel, lihat video, coba dan alhasil bukan jadi WPAP, tapi Skintone

5. Mei : berpartisipasi di acara ultahnya Vedit, buat “siluet” tapi gak menang hahahaha //gagal

6. Juni : kalau tidak salah ingat bulan juni libur sekolah, misi saya saat itu nonton fairy tail dari eps 1, tertarik sama Juvia (sampai sekarang), saya buatin line art-nya (gak bisa coloring)

7. Juli : (langsung bisa coloring ) buat art untuk merayakan Idul Fitri. Okeh gambar ini saya buat pas malam takbiran //naudzubillah bukannya takbiran malah menggambar

8. Agustus : buat art untuk merayakan HUT RI yang ke 69 ..ya?, bukannya ikut upacara disekolah malah tinggal dirumah menggambar haha

9. September : tracing Sasuke dari manga chapter 692, saat itu sasuke bilang “mau buat revolusi” muncullah ekspresi gitu, saya suka, saya suka!

10. Oktober : lagi-lagi nge trace Miyuki, nothing to do and then do something //apa omong, kalau art yang ini pernah di share sama fanspage nya Mahouka Koukou no Rettousei merasa terhormat bisa di share

11. November : iseng-iseng buat karakter yang lagi memakai almamater Telkom School, cie tapi tidak patut dicontoh karena rambut panjang dan sepatu tidak hitam polos. Sebenarnya karakter itu menggambarkan masa-masa orang lagi PKL karena rambut bisa panjang saat itu dan sepatu boleh warna warni. //pakai sendal juga boleh

12. Desember : bingung kenapa jadinya begini, awalnya niat gambar Sakura Chiyo (Gekkan Shoujo Nozaki kun) tapi yah jadi random karakter, akhir yang buruk

Januari sampai Mei pakai corel draw, Juni sampai Desember pakai Paint Tool SAI.
Jangan bicarakan impruv atau tidak, tidak ada yang impruv kok

frame-for-2014

Di sisi yang lain, saya membuat sebuah blog tempat saya menaruh curhat-an saya yang lain, dan itu membuat saya tersenyum tipis ketika membaca postingan-nya, ada sukanya, dukanya, pokoknya sesuatu yang lain. Blog itulah yang menjelaskan perasaan saya yang lain selama beberapa lama di 2014 XD

Oke. Jika kita review kembali di tahun lalu 2013-2014 (Baca: Happy New Year 2014), prestasi yang saya dapatkan bisa dibilang tetap (iyakah?) Alhamdulillah, sholat? astagfirullah tahun ini (apalagi akhir tahun) saya biasa terlena dengan dunia ini sampai melupakannya, sabar? yah karena sesuatu yang lain saya menjadi orang yang tidak sabaran seperti biasanya walaupun sedikit tapi saya bisa merasakan perbedaanya, berharap dia memberikan penjelasan? yah saya rasa tingkahnya selama bertahun-tahun berlalu sudah memberikan penjelasan, okay!

Di 2015 :

  • Merupakan tahun kelulusan saya di tingkat Sekolah Menengah Atas
  • Semoga diterima di universitas yang saya inginkan (idamkan dalam hati), beserta jurusan yang saya pilih ataukah diterima di perusahaan yang baik
  • Prestasi meningkat atau minimal tetap
  • Sholat tidak kelupaaan
  • Sabar, tabah, tahan terhadap segala cobaan dan sesuatu yang lain 
  • Empty
  • Empty

Happy new year all 😀

Nih saya buatin art. Masih newbie sih (kalau dibandingkan dengan para mastah yang sering lewat beranda)

happy-new-year-2014

Pengalaman PSG terakhir

Hai temen-temen kali ini aku mau cerita pengalaman terakhir ku di Semen Bosowa Maros dan merupakan lokasi psg ku yang terjauh dari rumah.

Hari pertama kami berangkat bersama, jadi kami ngumpul di rumah 1 orang teman dan berangkat bersama, diantar dan dijemput pula sama mama nya teman ku, di bosowa kami bertemu dengan anak PKL (sama artinya dengan PSG) dari Soppeng yang lebih dulu disitu, namanya Fajriyah.

Hari kedua, kami mendapat penginapan yang dekat dari Bosowa Maros, tempat kami PSG, rumahnya bagus dan fasilitas yang cukup memadai dan kami dapat menginap selama-lamanya (kalau boleh) disana. Hari kedua ini kami berangkat bersama dan teman ku (namanya Obam) yang nyetir, aku sangat deg deg an kalau teman ku yang nyetir, soalnya dia udah lama gak nyetir mobil, tapi alhamdulillah kami selamat sampai tujuan.

Selama 2 minggu ini kami bekerja sementara di luar kota, hidup mandiri gitu haha //eaa. Sepulang ngantor kami bergantian mandi, btw air di rumah tempat kami menginap tidak selamanya jalan terus, so kami harus hemat air. Sehabis mandi kami masak, haduh semuanya pada awkward kalau masak haha walaupun itu cuma masak indomie, menggoreng telur XD

Sempat ingat pas makan nasi goreng, dipaksa buka mulut untuk makan udang -_-

Di hari Jumat sore, kami balik ke makassar dulu ntar kembali lagi pas hari senin, minggu pertama berjalan sesuai yang semestinya pergi ngantor, pulang ngantor, makan, lalu tidur.

Hari senin kami balik ke Maros, suasana di minggu kedua ini agak beda, kami sudah terdesak dengan laporan, laporan harus selesai sebelum kami selesai PSG. Oh sedihnya karena 1 temanku (Laura) sakit jadi di hari senin dia tidak ikut ngantor, nanti di hari selasa baru jumlah kami lengkap seperti biasanya, ngantor bersama, makan bersama, tidur bersama //plak

Di hari selasa, bapaknya Nadia (teman ku) pulang ke makassar, Nadia ingin menjemput bapaknya yang di bandara, tapi yang nyetir Obam, kami berempat ikut dan aku lebih deg deg an karena teman ku yang nyetir ditambah sudah jam 9 malam. Salah satu teman ku belum makan malam, jadi kami singgah makan dulu ergh abis makan kami lanjutkan perjalanan ke bandara, di mobil aku main game (biar santai), dan tidak terasa udah sampai di bandara Sultan Hasanuddin, kami sempat mutar-mutar di bandara karena gak tahu dimana tempat parkir mobil haha lol. Sehabis itu kami berkeliling area bandara untuk mencari area penjemputan. Beberapa menit menunggu akhirnya bapaknya udah muncul di pintu, kami menyambut //okeh, kemudian pulang. Look at time! Sekarang larut malam, kami kembali ke maros dan tiba di rumah penginapan hampir jam 12 malam. Semuanya langsung tepar, terjun ke tempat tidur yang sejuk, kecuali aku dan Obam yang terjun ke lantai yang dilapisi karpet tipis.

Keesokannya hari rabu, berhubung besoknya natal jadi kami harus balik hari rabu. Sementara laporan harus segera di kumpul, hari terakhir yang sangat merepotkan, di hari terakhir ini aku juga bertemu dengan teman SMPnya mama ku. Lah terus..? Oke kami tetap balik ke makassar hari rabu. Sorenya habis ngantor, come back home… di tambah 1 penumpang (Fajriyah), kami pulang bareng dan sampai di rumah Obam sebelum magrib, alhamdulillah selamat. Sehabis magrib aku masih harus melanjutkan perjalanan ke rumahku, karena motor kusimpan dirumah teman, jadi melanjutkan perjalanan naik motor lah, fajriyah ikut. Aku gak tahu rumahnya di mana, aku tersesat (maklum bukan anak jalannya makassar) dan dia juga gak tahu daerah situ (maklum dia bukan orang makassar), tapi alhamdulillah karena instingku dan petunjukNya semuanya sampai dengan selamat.

Selama di bosowa, kami diberi fasilitas makan dan ibadah (Masjid), masih banyak tempat yang belum kami datangi, berhubung karena luasnya area Semen Bosowa Maros dan dibutuhkan juga pembimbing kalau ingin berkeliling area. Di Bosowa kami ditempatkan di bagian IT, jadi disuruh nginstall PC, perbaiki laptop (software), dan sharing printer. Kalau gak ada kerjaan kami sibuk dengan perangkat masing-masing, nonton youtube, main game, skype-an, dll. Kami satu ruangan dengan pembimbing kami, dipanggil pak Cawang, dia orangnya asik, santai, kadang melucu.

Obam, Nadia, Laura, makasih atas 10 minggunya, serunya, sedihnya, senangnya, harunya, mendebarkannya, sukanya, dukanya, membosankannya, penginapannya, masakannya, dan Fajriyah juga dengan ketawa cengingir nya itu.Semen-Bosowa-Maros