Cegukan ketika berpuasa

Bulan ramadhan telah tiba, baru saja permulaan bulan ramadhan saya sudah mendapat masalah pertumbuhan. Yap! Ada mitos yang mengatakan (saya ga tau secara medis) kalau kita cegukan itu tandanya kita mau besar/ tumbuh/ berkembang. Sehabis makan sahur, jantung saya berdetak dengan kuat nan pelan, beberapa detik hal itu terjadi pada saya sambil bersuara “hekks” atau “hiksss” //itu nangis atau apa.

Ternyata saya mengalami cegukan, saya tidak ingat kapan terakhir kali saya mengalaminya. Melihat fisik saya yang sepertinya masih butuh pertumbuhan, saya berpikir “ternyata saya masih bisa lebih besar dan tinggi lagi”.

Cara yang diajarkan oleh orang-orang dirumah, kalau cegukan minum air. Lahh ini bagaimana carannya minum air kalau sedang berpuasa, saya membiarkan diri untuk tetap cegukan berharap saya bisa menjadi besar dan tinggi dalam sekejap hahaha.

Lama cegukan, ternyata rasanya cukup mengganggu.

“hikss……….hiksss” seperti orang nangis, sambil memainkan handphone yang berada dalam genggaman saya.

“mungkin sebentar lagi cegukannya berhenti” pikirku. Tapi serasa lama dan menyiksa karena semua anggota tubuh ikut berdetak

Saya lupa ternyata dunia informasi sudah berkembang, saya mencari di google “mengatasi cegukan tanpa minum air”. Ternyata, ada orang yang mengalami hal sama. Bedanya, dia sedang berada dalam kereta, penjual air tidak ada. Lain masalah, karena saya di rumah jadi air ada dimana-mana tapi saya sedang berpuasa.

Setelah membaca cara yang dia paparkan, saya kurang yakin apakah bisa beneran ? di bawah ini adalah cara mengatasi cegukan ketika berpuasa versi hasbullahmarwan :

  1. Isap jempol, terserah mau pakai jari apa, biar lebih imut pakai jempol haha. Jangan pakai jari tengah.
  2. Kembungkan/ tembemkan kedua pipi. Sehingga terdapat udara di dalam mulut. Semakin besar, semakin bagus dan semakin imut
  3. Telan udaranya. Lain kasus kalau telan udaranya pakai air
  4. Lakukan berkali-kali, Insya Allah cegukannya berhenti
Jempol kalian dapat digantikan dengan pocky, tanpa menghilangkan keimutan

Jempol kalian dapat digantikan dengan pocky, tanpa menghilangkan keimutan. Foto diatas, pipinya kurang tembem

Serius, ternyata cegukannya berhenti. Saya bukan pakar medis jadi tidak tahu mengapa bisa berhasil, tapi saya yakin ketika itu berhasil

Tetap semangat berpuasa guys dan jangan lupa bahagia!

Advertisements

Jangan lupa bahagia

Balik lagi saya di blog ini yang penuh dengan debu dan tulisan-tulisan lama. Saya sibuk entah sibuk karena apa, hidup saya mulai diisi dengan sesuatu yang lebih “menghabiskan waktu” tanpa menghasilkan apa-apa yang lebih bermanfaat, hanya sekadar bersenang-senang. Saya pernah makan di tempat yang namanya Hanggar Eating Point, makanannya enak yaitu roti luar biasa karena dibalut dengan bubuk coklat dan dilumuri dengan susu kental.

Nulis tentang makanan pas sedang puasa, enak!!  Oh iya saya juga punya kisah makan di restoran yang baru di buka, kalau saya ingat malah bawaannya senyum-senyum sendiri betapa idiot nya dulu. Baca seberapa idiotnya saya : Makan di restoran yang grand launching

Masih di Hangar Eating Point, di tempat itu juga kalian bisa bermain UNO stack (begini ya penulisannya?) lumayan seru dan mendebarkan. Sebelum pulang saya sempat berfoto dengan temboknya

jangan lupa bahagia

Jangan lupa bahagia kata si tembok, karena itu hidup saya menjadi lebih bahagia, ketika mengerjakan tugas saya bahagia, ketika tidur saya tidak lupa untuk berbahagia, bahagialah hidup saya haha 🙂

Sekarang saya sudah menjalani kehidupan kuliah yang saya pikir lifestyle-nya lebih santai, ternyata tidak! Kalau ada yang bilang santai kuliah (apalagi di PNUP) itu adalah mitos. Sekali lagi saya mengingat kata si tembok “jangan lupa bahagia” sehingga apapun tugasnya, sesulit apapun saya tetap bahagia menghadapinya. Sehabis jam kuliah, saya bermain LOL bersama teman, sangat seru sampai membuat saya lupa waktu, lupa dunia yang sebenarnya.

Seiring berjalannya waktu, saya mengenal seseorang yang menurut saya, dia jago nulis dan mempunyai tekad yang kuat untuk sesuatu yang menjadi tujuannya, namun sedikit saya memperhatikan saat ini dia kurang bahagia, mungkin saya perlu mengajak dia makan di Hanggar Eating Point 😀

Ups…Ini bukan promosi ya. Entah apa yang telah merasuki diri ini sampai datang mood menulis hal-hal gaje (ga jelas) seperti ini. Apakah hasbullah sang penulis akan kembali ? LOL

Jangan salah mengartikan kata si tembok “jangan lupa bahagia”. Bahagia itu tidak sendiri, bahagia adalah ketika kita dapat melihat dan ikut berbahagia bersama orang-orang yang dicintai. Bahagia di dunia itu perlu, tapi bahagia yang sebenarnya adalah bahagia dunia dan akhirat, coz I’m moslem, I have to be happy in 2 world.

Okay, saya mau membuat sebuah pengakuan yang tidak penting, sebenarnya saya mau menceritakan momen ketika saya cegukan di bulan puasa. Tapi karena intronya kepanjangan jadi saya post di judul yang lain Cegukan ketika berpuasa

Makan di restoran grand launching

Teman-teman aku mau cerita nih (kali ini saya menggunakan aku lagi) sebuah pengalaman makan di restoran grand launching yang menurutku lucu.  Sekedar pembuka, sambil nunggu pengumuman hasil tes perguruan tinggi, aku mengisi waktu bekerja di salah satu anak perusahaan Telkom bagian gangguan jaringan internet.

Ceritanya aku dan temanku (dipanggil : ito) lagi dapat gangguan di kantor SPBU, setelah memecahkan gangguan aku dan temanku merasa lapar, yah bukan merasa lagi tapi memang LAPARRR. Ketika mau nancap gas aku lihat restoran yang sedang grand launching di seberang kantor SPBU. Kalau di game istilahnya close beta. Biasanya kalau game lagi close beta banyak event yang unik.

“ito ayo makan disana! Biasanya kalau restoran grand launching makanannya gratis ” ajak aku.

“kalau makanannya mahal kita pura-pura aja cari teman” lanjutku lagi.

Okedeh.. kita menuju ke seberang dan memarkir motor. Terlihat di balik pintu kaca ada beberapa pelayan yang sedang menunggu kita.

Perasaanku deg deg an…. apakah ini yang namanya cinta 😀  ?

Dengan dibukakannya kami pintu dan dilontarkan ucapan selamat datang, kami diarahkan langsung ke tempat duduk. Dengan tampang yang sok berduit lah ceritanya. Mengenakan sandal, celana jeans, jacket, dan wajah yang keliatan berkeringat.

Kami duduk di salah satu meja kosong, terlihat ada 2 meja lainnya yang terisi oleh pelanggan juga. Beberapa detik duduk, kami diberikan menu. Sembari melihat menu yang lezat dan menggiurkan aku tertawa cengingir “hihihi” sambil melirik temanku, Ito!

Sialan juga nih menu makannya, aku cari harga yang paling murah aja kok susah ya, semuanya harga 50 ribuan ke atas. Hahahaha ini baru makanan.

Aku dan temenku hanya bisa menatap lama menunya, sebenarnya yang buat lama mikir karena aku lagi mencari makanan yang membuat rasa lapar ini hilang dengan harga yang terjangkau dompet.

Dalam hatiku “mana nih makanan gratisnya?”

Sementara itu, pelayan masih menunggu pesanan yang kami mau. Haha serasa diintimidasi ya. Sepertinya pelayan tersebut mengerti dompet kami berdua, ia memberikan selembaran brosur yang isinya diskon 30% all item.

Kode mata yang kukirimkan ke Ito tersampaikan. Ito pesan nasi goreng harga 30 ribuan dan yah aku ikut aja deh daripada kebocoran. Nih baru makanan, gimana dengan minum? Tentu saja kami mencari harga termurah.

Air mineral? Wah buset dah nih air mineral atau apaan kok mahal.
Ito memesan jus jeruk dengan harga 15 ribuan, biar keliatan elit nih aku gak mau pesan air mineral dan gak mau terkesan ikut-ikutan dengan Ito, akhirnya aku memesan Espresso yang harganya 17 ribuan.

Setelah itu, pelayan beranjak dari meja kami bersama menu makan dan minum yang kami pesan. Ito yang duduk disamping kiriku lagi menghitung menggunakan kalkulator di hp nya jumlah harga pesanan yang akan dibayar setelah dikenakan diskon 30%

Aku hanya tertawa hahahahahaha Kirain gratis eh iya sih gratis 30%.

Lama menunggu, pesanan kami telah tiba. Nasi goreng yang indah keliatan membuat kami segera memakannya dengan lahap //jangan lupa baca doa ya!

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Nasi goreng dan espresso yang gelas putih dan bening

Nih yang jadi masalah adalah…Espresso yang aku pesan. Haha aku yang selama ini jarang minum kopi, kenapa pesan Espresso? Ada 2 gelas yang diberikan oleh pelayan. Gelas pertama berukuran besar yang berisikan Air putih dan es batu sedangkan gelas kedua berukuran kecil yang berisikan larutan kopi yang keliatannya enak. Aku ngebayangin kalau Espresso itu sama rasanya dengan permen Kopiko, ternyata pahit!! Asli pahit rasanya. Haha jangankan rasa, cara minum espresso aja aku ga tau ye.

“Aku minum yang di gelas kecil dulu, baru gelas besar? Atau gelas kecil yang berisi espresso dicampur ke dalam gelas yang berisi air?” Pikirku gitu.

Selama makan gua terus kepikiran gimana caranya minum tuh Espresso, kok pahit sih? Nda ada gula nya ya? Aku mau minta gula sama pelayan tapi Ito bilang kalau kopi memang begitu, pahit.

Selesai makan, aku searching google “Cara minum espresso” hahah sialan mungkin aku ditertawain sama si om google, kok gak dapat sih caranya. Akhirnya temanku ito yang mencampurkan larutan Espresso ke dalam air. Pahit! Pahit!! 17 ribuan ku rasanya pahit bener.

Sambil nonton youtube di hp aku meminum Espresso dengan wajah terlihat sangat menikmati but lie. Haha

Sumpah pahit!

Setelah habis, aku dan temen ke kasir kemudian keluar dari restoran tersebut. Aku ga mau melirik ke kaca restoran itu, segera aku tancap gas dan ketika restoran itu gak keliatan gua tertawa HAHAHA di motor sama temen ku.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah “Makanan gratis ga ada di restoran manapun walaupun itu grand launching, ga ada tuh. Hati-hati penipuan teman teman!”

Pasca PSG

Akhirnya setelah 10 minggu berlalu, aku dan teman kelompok psg ku telah banyak mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, mulai dari hal yang menyenangkan, mengasyikkan, menyedihkan, mengharukan. (Baca : pengalaman PSG ku)

PSG atau prakerin (praktek kerja industri) tidak berakhir begitu saja, ada laporan dan ujian yang senantiasa menunggu kami di depan. Ini dia salah satu hal yang membuat psg itu menyedihkan haha. Dimulai dari menyusun kerangka laporan yang membuatku merasa terbebani, namun karena ada mereka, teman-teman kelompokku yang baik membuat itu terasa mudah //uhukk menghibur diri.

Membutuhkan banyak pengorbanan untuk menyusun laporan, kenapa? Dimulai dari keluar rumah aku pergi ke salah satu toko elektronik dan it bersama dengan 1 teman yang hampir sekelompok denganku //gak ada hubungannya, kemudian lanjut ke rumah obam, disitulah tempat kami akan menyusun laporan, tapi tidak semudah yang kalian kira. Bukan cuma jarak, tapi aku harus menerjang hujan, melawan angin kencang, dan menaklukkan banjir dimana-mana untuk sampai ke rumah  obam. Nadia dan Laura juga sama berkorbannya. Peristiwa korban-berkorban ini terjadi pada hari minggu 4 Januari 2015.

Setelah menyusun laporan, sisanya kami menyelesaikan materi di rumah masing-masing dan sebagai finisher aku harus menyatukan semua materi, edit jika ada yang salah dari sampul hingga daftar pustaka. 1 minggu kemudian aku pergi ke rumah obam (lagi) sendirian lho. Aku nge-print laporannya disana, walau dengan tinta yang sekarat, obam’s printer ikut membantu dalam menyelesaikan laporan. Namun alangkah tidak beruntungnya, ketika dikumpul ke pihak sekolah ternyata masih banyak kesalahan yang mengakibatkan 3 x 88 lembar yang sudah diprint itu sia-sia (sebenarnya tidak sia-sia sih karena kertasnya masih bisa dipakai corat coret). Setelah di edit kembali, giliran printku lagi yang akan berkorban. Okeeh! Printku terisak-isak mencetak 3 jilid laporan //kasian.

Seperti tahun sebelumnya setelah melakukan prakerin, akan diadakan ujian meja 1 minggu setelah pengumpulan laporan. Sudah balik ke sekolah, kembali belajar seperti semula dapat tugas yang banyak seperti biasanya, ditambah lagi ujian meja. Walau hanya berlangsung selama sehari  tapi cukup memberikan tekanan pada kelompok kami. Mengapa? Bisa dibilang lokasi psg kami itu langka, jadi materi yang didapat juga langka dan alangkah sulit untuk dimengerti. Jadi sebagai kelompok psg yang baik kami harus saling mengajari //baca dalam hati.

Selama 1 minggu berlatih //ini mau apasih, tibalah waktu ‘ujian meja’. Saat kami masuk ke ruangan ternyata ada meja yang disediakan di depan kami, makanya namanya ujian meja. Presentasi oleh kelompok kami menurutku pribadi sudah baik. Sebelum masuk pintu, aku deg-deg an dan nafas terasa berat di dada berhubung aku juga sebagai moderator tapi pas di dalam ternyata suasananya santai aja kok. Btw, aku sempat fals wahaha //emang gua nyanyi apa di dalam

Selesai ujian meja, aku merasa ploooooong, nafas terasa lancar, yang tersisa adalah pelajaran sekolah, terkhusus kejuruan. Semoga aku sempat membuatkan tutorial di Tutorial Belajar Komputer.

Pengalaman PSG terakhir

Hai temen-temen kali ini aku mau cerita pengalaman terakhir ku di Semen Bosowa Maros dan merupakan lokasi psg ku yang terjauh dari rumah.

Hari pertama kami berangkat bersama, jadi kami ngumpul di rumah 1 orang teman dan berangkat bersama, diantar dan dijemput pula sama mama nya teman ku, di bosowa kami bertemu dengan anak PKL (sama artinya dengan PSG) dari Soppeng yang lebih dulu disitu, namanya Fajriyah.

Hari kedua, kami mendapat penginapan yang dekat dari Bosowa Maros, tempat kami PSG, rumahnya bagus dan fasilitas yang cukup memadai dan kami dapat menginap selama-lamanya (kalau boleh) disana. Hari kedua ini kami berangkat bersama dan teman ku (namanya Obam) yang nyetir, aku sangat deg deg an kalau teman ku yang nyetir, soalnya dia udah lama gak nyetir mobil, tapi alhamdulillah kami selamat sampai tujuan.

Selama 2 minggu ini kami bekerja sementara di luar kota, hidup mandiri gitu haha //eaa. Sepulang ngantor kami bergantian mandi, btw air di rumah tempat kami menginap tidak selamanya jalan terus, so kami harus hemat air. Sehabis mandi kami masak, haduh semuanya pada awkward kalau masak haha walaupun itu cuma masak indomie, menggoreng telur XD

Sempat ingat pas makan nasi goreng, dipaksa buka mulut untuk makan udang -_-

Di hari Jumat sore, kami balik ke makassar dulu ntar kembali lagi pas hari senin, minggu pertama berjalan sesuai yang semestinya pergi ngantor, pulang ngantor, makan, lalu tidur.

Hari senin kami balik ke Maros, suasana di minggu kedua ini agak beda, kami sudah terdesak dengan laporan, laporan harus selesai sebelum kami selesai PSG. Oh sedihnya karena 1 temanku (Laura) sakit jadi di hari senin dia tidak ikut ngantor, nanti di hari selasa baru jumlah kami lengkap seperti biasanya, ngantor bersama, makan bersama, tidur bersama //plak

Di hari selasa, bapaknya Nadia (teman ku) pulang ke makassar, Nadia ingin menjemput bapaknya yang di bandara, tapi yang nyetir Obam, kami berempat ikut dan aku lebih deg deg an karena teman ku yang nyetir ditambah sudah jam 9 malam. Salah satu teman ku belum makan malam, jadi kami singgah makan dulu ergh abis makan kami lanjutkan perjalanan ke bandara, di mobil aku main game (biar santai), dan tidak terasa udah sampai di bandara Sultan Hasanuddin, kami sempat mutar-mutar di bandara karena gak tahu dimana tempat parkir mobil haha lol. Sehabis itu kami berkeliling area bandara untuk mencari area penjemputan. Beberapa menit menunggu akhirnya bapaknya udah muncul di pintu, kami menyambut //okeh, kemudian pulang. Look at time! Sekarang larut malam, kami kembali ke maros dan tiba di rumah penginapan hampir jam 12 malam. Semuanya langsung tepar, terjun ke tempat tidur yang sejuk, kecuali aku dan Obam yang terjun ke lantai yang dilapisi karpet tipis.

Keesokannya hari rabu, berhubung besoknya natal jadi kami harus balik hari rabu. Sementara laporan harus segera di kumpul, hari terakhir yang sangat merepotkan, di hari terakhir ini aku juga bertemu dengan teman SMPnya mama ku. Lah terus..? Oke kami tetap balik ke makassar hari rabu. Sorenya habis ngantor, come back home… di tambah 1 penumpang (Fajriyah), kami pulang bareng dan sampai di rumah Obam sebelum magrib, alhamdulillah selamat. Sehabis magrib aku masih harus melanjutkan perjalanan ke rumahku, karena motor kusimpan dirumah teman, jadi melanjutkan perjalanan naik motor lah, fajriyah ikut. Aku gak tahu rumahnya di mana, aku tersesat (maklum bukan anak jalannya makassar) dan dia juga gak tahu daerah situ (maklum dia bukan orang makassar), tapi alhamdulillah karena instingku dan petunjukNya semuanya sampai dengan selamat.

Selama di bosowa, kami diberi fasilitas makan dan ibadah (Masjid), masih banyak tempat yang belum kami datangi, berhubung karena luasnya area Semen Bosowa Maros dan dibutuhkan juga pembimbing kalau ingin berkeliling area. Di Bosowa kami ditempatkan di bagian IT, jadi disuruh nginstall PC, perbaiki laptop (software), dan sharing printer. Kalau gak ada kerjaan kami sibuk dengan perangkat masing-masing, nonton youtube, main game, skype-an, dll. Kami satu ruangan dengan pembimbing kami, dipanggil pak Cawang, dia orangnya asik, santai, kadang melucu.

Obam, Nadia, Laura, makasih atas 10 minggunya, serunya, sedihnya, senangnya, harunya, mendebarkannya, sukanya, dukanya, membosankannya, penginapannya, masakannya, dan Fajriyah juga dengan ketawa cengingir nya itu.Semen-Bosowa-Maros

Pengalaman PSG lagi

Temen-temen kali ini aku mau ceritain pengalaman psg yang lainnya, kali ini pengalaman psg-ku bukan lagi karena sebuah misteri yang tak terpecahkan (baca : Pengalaman PSG) melainkan sebuah hal yang luar biaaaaassa.
//Kali ini saya menggunakan kata Aku. Semoga berhasil.

PSG itu sama dengan PKL (Praktek Kerja Lapangan) bagi anak SMK, istilah yang dipakai di sekolah ku PSG (pe es ge). Karena tempatnya diacak-acak tiap 2 minggu yah beginilah jadinya, belum beradaptasi udah pindah lokasi lagi.

Muncul pertanyaan dibenakku “sebenarnya ini psg atau liburan?”. Aku juga heran dari jam 8 sampai jam 4 kerjaannya duduk di tangga mulu. (maklum ditangga karena aku psg di mdf, search di google kalau gak tahu mdf). Ini terjadi di minggu pertama. Tapi aku membuat inovasi terbaru dan tren masa kini :D, di minggu kedua dari pagi sampai pulang aku nongkrong di wifi.id corner. Download anime, facebook-an, browsing ini dan itu.

Lagi ada kerjaan kk

Lagi ada kerjaan kk

Gak gitu juga sih, kalau ada kerjaan ya kami (aku dan temen) kerja kok, tapi kalau gak yah kalian bakal nemuin aku duduk di bawah tenda merah wifi.id corner haha. Duduk di wifi.id corner tidak semudah yang kalian kira, dimulai dari kaki yang tergenang air (banjir), seluruh kawasan wifi.id dikuasai oleh lalat dan asap rokok yang menusuk hingga paru-paru ku, belum lagi kalau hujan + angin kencang datang wah perjuangan banget harus melindungi si Leno ku dari percikan air.

Terus muncul pertanyaan susulan “begini ya rasanya kerja?”
Pertanyaan ini cukup membuatku bingung antara kuliah atau kerja dahulu, mungkin mentalku belum cocok untuk kerja mungkin? yah bagaimanapun pengalaman bisa menjadi mental booster, bagaimanapun aku tetap memikirkan bagaimana masa depanku nanti

Oh iya, aku masih sekolah lho! masih kelas 3 mengingat keadaan sekolah yang begitu nyaman dan waktu tidak terasa jika datang jam 7 pulang jam 5 sore (kadang sampai magrib) jika dibandingkan dengan psg lebih enak mana? sekolah atau psg? Hahaha XD

Oke sekian dulu cerita kali ini dariku, nantikan cerita selanjutnya pengalaman PSG antar kota

Pengalaman PSG

Saya mau berbagi cerita nih tentang PSG di kota Saya sendiri.

Sebelumnya Saya mohon maaf kalau pembaca kurang ngerti istilah apalah ini, itu 😀

Jadi begini, kami terbagi 2 kelompok dan tiap kelompok ada 4 orang, 4 orang dibagi lagi jadi berpasang-pasangan. Saya ditempatkan di bagian IT Support bersama 1 orang teman, minggu awal sih memang tidak kerjaan, bosan, yang ada cuma datang duduk mendownload nonton.
Kami selalu mengeluh
“beh apa dibikin selama 1 bulan disini?”
“deh tidak ada dibikin disini”
“masa begini terus ki sampai 1 bulan?”
Sampailah pada minggu ketiga, kami diberikan pekerjaan. Yah pekerjaaan.. dan bisa dibilang pembelajaran. Saat diberi kerjaan, kami yah ada perasaan senang “akhirnya dapat pekerjaan juga”
Tahu tidak pekerjaan apa? Install linux! Menurut anak TKJ sih itu bukan suatu hal yang sulit. Tapi kami mendapat masalah di awal job ini, mau tahu apa?
Berdasarkan pengalaman, Kami baru menginstall linux di Router! ROUTER Woi! Wah gilaa~
“Pak install dimana linux nya?”
“yah disini” sambil nunjukkin Router itu.
“hah? disini?” Kami sempat bengong.

Sun Microsystem X4100

Ini dia router yang pengen diinstal!

Kesan pertama lihat mana bisa router diinstalkan linux? tombol power-nya aja Saya gak tahu, tapi setelah Saya lihat-lihat wah ternyata dia ada hardisk, RAM, USB Port, VGA Port, layaknya seperti PC.
Sebelum menginstall Kami butuh installer, nah disini dapat lagi masalah kecil namun merepotkan juga. Ada 4 DVD-R kosong, kami disuruh copy Linux Redhat, melewati 12 Jam (mungkin) tidak ada DVD-R yang berhasil tercopy. Payah lu~ Akhirnya kami berinisiatif untuk membuat installer Linux Redhat via flashdisk 4GB. Setelah dicoba akhirnya berhasil.
Dalam pikiran Saya “haha lebih canggih gan disuruh pakai DVD malah flashdisk”. Karena cara menginstall linux semuanya hampir sama yah Kami menginstall mengikuti prosedur aja. Complete! Reboot Now! Katanya si Router yang berhasil diinstallkan Linux.
Timbul masalah baru lagi, setelah di reboot eh malah reboot terus sampai tidak berhenti kalau tidak matikan paksa.
Panik mode ON.
“Kenapa begini?”
“Apa masalahnya ini?”
Muncul pesan error “Multi bit ECC Error”, okelah~ Kami searching di google semua artikel berbahasa inggris, translate-nya dipaksain aja, ceritanya Kami punya deadline dalam pekerjaan ini jadi tidak bisa lama-lama.
Kata si google “RAM…RAM….” //wah kok langsung ingat nama panggilannya si Dia haha XD
RAM nya kedetect 4 GB, lah berarti RAM nya terbaca. Kenapa bisa RAM nya bermasalah? Kami melakukan aksi cabut mencabut, restart sana restart sini.
Sampai sekarang ini masih menjadi sebuah MISTERI! teman-teman ini sebuah MISTERI!!